Dinkes Jabar Sebut KPU Harus Evaluasi Sistem Kerja Petugas Pemilu

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di RSUD Kesehatan Kerja, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2/2024). (Ricky Prayoga)
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di RSUD Kesehatan Kerja, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2/2024). (Ricky Prayoga)

Sementara mengenai mayoritas korban meninggal yang diketahui karena memiliki penyakit komorbid, dia menerangkan persyaratan menjadi petugas pemilu termasuk mengenai kesehatannya bergantung dari KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara. Namun pada prinsipnya, kata Vini, tidak masalah anggota penyelenggara pemilu memiliki komorbid, asal bisa terkontrol.

Bacaan Lainnya

“Asal terkontrol, pola hidup sehat dijaga enggak masalah. Karena maaf, kadang tidak terkontrol, kemudian tidak terbuka ketika memeriksakan ke dokter terlebih dahulu. Sebenarnya sudah diantisipasi sebelumnya, tapi ada faktor-faktor itu,” tuturnya.

Sejauh ini, diketahui sejak pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 total 50 orang meninggal dunia, dengan 28 orang dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 20 petugas keamanan TPS, serta dua orang panitia pemungutan suara (PPS).(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *