Dinkes Jabar Sebut KPU Harus Evaluasi Sistem Kerja Petugas Pemilu

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di RSUD Kesehatan Kerja, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2/2024). (Ricky Prayoga)
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di RSUD Kesehatan Kerja, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2/2024). (Ricky Prayoga)

BANDUNG — Dinas Kesehatan Jawa Barat (Jabar) menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan evaluasi, khususnya terkait sistem kerja petugas penyelenggara pemilu sehubungan dengan masih tingginya angka kematian petugas pada Pemilu 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengusulkan KPU menambah jumlah anggota petugas, sehingga terjadi pembagian jam kerja (shift) berkala demi memberi waktu istirahat bagi penyelenggara pemilu.

Bacaan Lainnya

“Terus terang, kami tidak berpengalaman soal ini. Tapi KPU yang lebih berpengalaman. Mungkin sebaiknya shift kerja diperbaiki atau anggota ditambah, atau dibuat sebuah alur yang lebih dipermudah. Karena manusia ada keterbatasan dalam bekerja, mungkin itu yang harus menjadi evaluasi dari KPU,” ujar Vini di Kabupaten Bandung, Selasa.

Meski demikian, Vini mengakui sudah ada perbaikan pada Pemilu 2024 ketimbang pemilu 2019 silam, walau diakuinya masih ada korban yang meninggal. Tetapi setidaknya, jumlahnya menurun jauh daripada edisi sebelumnya.

Hal tersebut, kata Vini, dipicu adanya pembatasan usia bagi penyelenggara Pemilu 2024 dan pemeriksaan kesehatan sebelum perekrutan, yang sedikit mengurangi jumlah korban.

“Pelaksanaan Pemilu 2024 sudah lebih baik, karena jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan sudah diantisipasi. Tapi yang jelas, ada penurunan signifikan daripada sebelumnya. Kami sendiri sudah siap, fasilitas, pedoman, promosi kesehatan,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *