“DPD berkepentingan mengawasi persoalan teknis administrasi, sehingga mampu memberikan hak masyarakat menyampaikan suaranya sesuai perintah undang-undang,” jelas Oso.
Penjabat Gubernur Kalbar Doddy Riatmadji mengatakan, tolok ukur kesuksesan pilkada adalah pelaksanaan yang tepat waktu, aman, lancar dan ikut berperannya seluruh elemen masyarakat.
Setiap tahapan harus berjalan sesuai mekanisme. Unsur penyelenggara harus bekerja profesional dan berkoordinasi optimal dengan stakeholder terkait. Dukungan aparat dalam mengawal setiap tahapan pilkada agar damai dan kondusif sangat diperlukan.
Dia menambahkan kepedulian masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pilkada. Karena itu, ujar dia, butuh peran dari seluruh komponen di Kalbar agar masyarakat kondusif dan tidak mudah terpengaruh. Yang tidak kalah penting, kata Doddy, kesadaran partai politik memegang teguh etika juga akan menjamin kelancaran pilkada.
“Perlu pemahaman dan kesadaran bahwa pelaksanaan demokrasi harus menerima kekalahan dengan berjiwa satria dan lapang dada,” kata Doddy dalam kesempatan itu. Pertemuan dihadiri sejumlah stakeholder terkait antara lain dari KPU dan Bawaslu Kalbar, Kodam XII Tanjungpura, Polda Kalbar, dan lainnya.
(boy/jpnn)



