SUKABUMI – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pembuatan Travelling Bag yang dilaksanakan di Kelurahan Cipanengah Kota Sukabumi pada, Kamis (13/7/2023).
Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Cipanengah Kota Sukabumi Ujang Sobandi, AMd., L.L.A.J., S.AP.
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang terdiri dari Anggun Fajar Ramadhani, S.Kep., Ners, M.Kep. (Keperawatan, Fakultas Kesehatan), Arfatul Makiyah, M.Kes (Keperawatan, Fakultas Kesehatan) dan Nurni Arrina Lestari, S.E., M.M (Manajemen Retail, FE).
Adapun kegiatan pelatihan merajut melibatkan peran serta mahasiswa Prodi DIII Keperawatan sebagai instruktur merajut yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK Kelurahan Cipanengah sebagai peserta pelatihan.
Adapun materi pertama disampaikan oleh Dosen Program Studi DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi Anggun Fajar Ramadhani, S.Kep., Ners., M.Kep dengan materi yang disampaikan tentang manfaat merajut bagi kesehatan.
“Fokus penyampaian materi berdasarkan pada permasalahan dari mereka yang terdampak oleh PPKM dan pandemic Covid – 19, sehingga mereka kehilangan pekerjaan, menjadi pengangguran, dan ada sebagian yang akhirnya stress karena tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sedangkan tuntutan terus berjalan.
Kami berencana untuk melakukan sebuah pengabdian dimana kami akan mengajarkan para mitra untuk merajut, dimulai dengan membuat sebuah travelling bag, yang mana dari hal ini diharapkan para ibu rumah tangga dapat menciptakan sebuah karya yang nantinya dapat mereka jual untuk menambah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan harian. ,” terang Anggun.
Selain itu, bagi para anak yang putus sekolah diharapkan akan dapat mengisi waktu mereka sehingga tidak terjerumus ke dalam sebuah pergaulan bebas, karena waktunya diisi dengan hal positif ( merajut ) dan membantu mereka untuk memiliki usaha yang nantinya hasil dari usaha tersebut dapat mereka tabung untuk menambah biaya pendidikan.
Dalam dunia kesehatan merajut merupakan sebuah terapi okupasi yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, membantu seseorang agar dapat melakukan aktivitas sehari hari, aktivitas produktivitas dan pemanfaatan waktu luang terutama untuk orang dengan kebutuhan khusus atau orang yang mengalami gangguan jiwa dan sedang berada dalam masa pemulihan.
Bagi lansia juga, kegiatan merajut ini dapat membantu mereka mengisi waktu luangnya dan mencegah kepikunan. Dengan produk kami, travelling bag tidak hanya berguna untuk membawa barang, tetapi juga bisa digunakan untuk mengorganisirkan barang bawaan agar tidak tercecer.
Selain itu, tas ini dapat dialih fungsikan sebagai sebuah hanger karena produk kami menggabungkan antara tas rajut dan hanger agar memudahkan kita dalam penggunaannya sesuai dengan situasi karena memilki dua fungsi sekaligus dalam satu produk.
Sementara materi kedua disampaikan oleh Dosen Program Studi DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi Arfatul Makiyah, S.Pd., M.Kes. Materi yang akan disampaikan terkait dengan pemberdayaan perempuan. Penyampaian materi berfokus pada Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif dan produktif.
Pemberdayaan perempuan lebih banyak ditekankan di bidang ekonomi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, khususnya adalah usaha home industry. Peluang perempuan dalam mengembangkan kewirausahaan melalui ekonomi kreatif yaitu : usaha tas rajut.
Pendekatan berfokus pada pemenuhan kebutuhan praktis gender yang dikaitkan dgn kebutuhan perempuan untuk meningkatkan peran produktifnya, melalui kegiatan industri kecil atau home industry guna memperoleh dan meningkatkan pendapatan keluarga untuk bisa hidup mandiri.
Pemanfaatan program pelatihan travelling bag ini secara ekonomis kompetensi atau keterampilan yang dimiliki perempuan dalam proses pembangunan yang lebih efektif dan efisien, sehingga kontribusi perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Perempuan harus dilibatkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, sehingga sumber daya perempuan harus ditingkatkan.
Tenaga kerja perempuan harus dipertimbangkan kualitasnya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Pemberdayaan melalui kewirausahaan menunjukan pengembangan kewirausahaan berdampak positif bagi perempuan.
“Peran Pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan ekonominya, serta mempunyai tantangan yaitu pemberdayaan perempuan harus berfokus pada entrepreneurship. Pemberdayaan perempuan penting bagi perkembangan perekonomian bangsa, melalui pembentukan jiwa kewirausahaan perempuan yang kreatif dan produktif,” imbunya.






