SUKABUMI – Tahun 2023 merupakan tahun ke-22 Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dibawah Direktorat Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi.
Pada tahun ini, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) berhasil meloloskan 11 kelompok untuk menerima pendanaan, dan termasuk dalam 4 besar perguruan tinggi penerima hibah di lingkup LLDIKTI wilayah IV.
Adapun 11 kelompok tersebut adalah :
1.Fungi Lamp (Inovasi lampu tidur multifungsi anti insomnia dilengkapi dengan aromaterapi kandungan bunga Chamomile dan Cinnamomum)
S-1 Pendidikan Biologi
2.Scabiesoap : Inovasi Sabun Herbal dari Ekstrak Daun Mimba dan Pohon Teh Sebagai Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Scabies
S-1 Pendidikan Biologi
3.SMART HEADPHONE WITH ULTRA QUIET COOLING FAN
S1- Ilmu Administrasi Bisnis
4.Tote Bag Back Pillow
S1- Pendidikan Matematika
5.Gerakan Tani Lestari sebagai pengenalan pertanian sejak dini konsep Nature Play Education
S1- Agribisnis dan
S1- PGPAUD
6.HERAN (Herbarium Digital Online) di MTS 1 Muhammadiyah Kota Sukabumi
S-1 Pendidikan Biologi
7.Pemberdayaan Remaja Untuk Meningkatkan Edukasi Mengenai Tanaman Obat Keluarga Berbasis Education QR Code (EDCOR) di Desa Waluran Kabupaten Sukabumi
S-1 Pendidikan Biologi
8.Formulasi Sediaan Serum Limbah Bulu Ayam sebagai Sumber Keratin dengan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) untuk Terapi Rambut Rontok
S-1 Kimia
9.Formulasi Sediaan Nanogel dari Ekstrak Daun Putri Malu (Mimosa pudica Linn.) sebagai Terapi bagi Penderita Hipertensi
S-1 Kimia dan S-1 Pendidikan Biologi
10.Kajian In-Silico dan In-Vivo Ekstrak Daun Pakis Sayur (Diplazium esculentum) sebagai Antidiabetes
S-1 Kimia dan S-1 Teknik Informatika
11.Potensi Granul Ekstrak Culantro (Eryngium foetidum) sebagai Biolarvasida dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tropis di Indonesia secara in-silico dan in-vitro
S-1 Kimia
Lela Lailatul Khumaisah, M.Si. yang merupakan ketua taskforce PKM UMMI merasa bangga sebab tahun ini UMMI mengalami peningkatakan jumlah kelompok yang mendapat pendanaan yang tahun sebelumnya hanya berjumlah 2.
Proses yang panjang telah dilalui tak hanya oleh mahasiswa, namun juga tim taskforce PKM UMMI. “Prosesnya cukup panjang, sebab kuota tiap perguruan tinggi dibatasi, kami harus melakukan seleksi di lingkup universitas dulu sebelum akhirnya dikirimkan ke nasional,” ujar Lela. Selanjutnya, Lela berharap bahwa seluruh tim dapat memaksimalkan diri sehingga dapat lolos PIMNAS.
“Sejauh ini support kampus Alhamdulillah dari awal tahun 2015 mulai kita running dari tahun ke tahun dukungan selalu meningkat,” tambah Lela.
Disisi lain, Shefeeta Firsty mahasiswa S-1 Agribisnis yang menjadi salah satu anggota tim penerima pendanaan merasa senang dan bersyukur sebab proposal yang diajukannya lolos. “Alhamdulillah kami lolos didanai pada kegiatan PKM dengan skema pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Kemdikbud Dikti 2023,” Imbuhnya.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan, sejak bulan februari 2023, Shefeeta dan tim mulai melakukan riset dan menjalin kerja sama dengan mitra yaitu TK yayasan Ali Az-Zahra untuk mengetahui permasalahan TK tersebut, sehingga dengan adanya kegiatan PKM ini dapat menjadi solusi membantu permasalahan Mitra. Shefeeta kemudian berharap bahwa PKM ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa dalam meningkatkan kreatifitas, serta meningkatkan kesadaran terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.(ADV/WDY)






