Sehingga hasil akhirnya terjadi peningkatan penjualan akan produk keripik enye menjadi dikenal sebagai produk lokal khas Waluran, dan dapat diterima lebih luas lagi di masyarakat.
Kecamatan Waluran merupakan salah satu kecamatan penyangga yang ada di kawasan wisata Geopark Ciletuh. Dengan dekatnya Kecamatan Waluran pada objek wisata Geopark Ciletuh, belum memberikan kontribusi perekonomian dalam peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
Padahal di daerah ini terdapat home industri keripik enye yang dapat diangkat menjadi potensi lokal, untuk menarik perhatian turis Geopark Ciletuh.
“Bahan baku yang melimpah yakni singkong banyak dijumpai di Kecamatan Waluran, sehingga terdapat tiga sentra home industri pembuat keripik enye yang rata-rata produksinya dari 100 kg singkong mentah menghasilkan 38 kg keripik enye,” ujarnya.
Home industri keripik enye memiliki pekerja yang seluruhnya merupakan warga asli Kecamatan Waluran. Didominasi perempuan usia rata-rata 25-40 tahun, dan hanya mengandalkan penghasilan di home industri keripik enye tersebut.
“Untuk kami dari dosen Teknik Informatika mungkin lebih berkontrasi pada pendampingan promo ke media online, seperti membantu memasarkannya melalui YouTube, Instagram dan media online lainnya,” terangnya.






