SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Guna meningkatkan efektivitas belajar di masa Pandemi Covid-19, salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Sukabumi terpaksa harus menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.
Adalah SD Negeri Brawijaya, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi melakukan KBM dengan dua metode yakni dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Kepala SDN Brawijaya, Histato Dayanto Kobasah mengatakan untuk metode luring setiap guru mengunjungi rumah siswa untuk menggelar KBM. Hal itu dilakukan lantaran banyak muridnya yang terkendala untuk belajar secara online.
“Dalam kegiatan KBM secara luring ini, guru mendatangi murid, guru membagi kelompok setiap pembelajaran, anak-anak dikelompokkan maksimal perkelompok diisi lima orang,” tutur Histato kepada wartawan, Senin (3/8/2020).
Selanjutnya pembelajaran luring dilaksanakan untuk sementara 1 minggu sekali bagi kelompok siswa. Misalnya ada 3 kelompok maka guru hampir selama 3 hari luring di rumah siswa. KBM dimulai pukul 08.00 sampai dengan 09.10 WIB.
Selanjutnya dilaksanakan pembelajaran daring sebagaimana jadwal pelajaran yang telah diatur. “Jadi dalam satu minggu itu, 1 hari daring 1 hari luring, ” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, KBM secara luring pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan masker, face shield, jaga jarak dan menggunakan handsanitizer. Tato sapaan akrabnya ini menuturkan, keputusan melaksanakan KBM tatap muka langsung ini dilakukan atas kesepakatan dengan orang tua murid. Guru dan orang tua sepakat untuk melakukan KBM tatap muka.
“Sebelum ada kegiatan ini, kita mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua bahwa akan diadakan kunjungan dari guru untuk menggelar KBM tatap muka dan alhamdulilah banyak orang tua yang mendukung tetapi ada juga orang tua yang tetap menolak. Untuk yang menolak kita menghargai keputusannya dan tidak memaksa,” jelasnya.
Dikatakannya, selama ini orang tua murid mengeluhkan KBM yang dilakukan secara daring. Sebab, banyak dari mereka yang terkendala sarana dan prasarana. Termasuk memiliki handphone dan membeli kuota internet.
“Tidak semua siswa memiliki handphone pintar, kalaupun ada dipakai orang tua untuk bekerja dan saat ini kuota internet mahal.Kita tidak ingin memberatkan orang tua apalagi di masa pandemi,” ucapnya.
Saat ini kelas yang sudah berjalan KBM luring baru kelas 1,3,4 dan 6 lantaran sudah mendapat ijin dari orang tua.
Kedepan, pihaknya akan meningkatkan penguatan protokol kesehatan sebagai upaya mendukung Pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19. (wdy/rs)





