FMIPA UI Perkenalkan Peta Hardcopy dan Digital

  • Whatsapp
Departemen Geografi FMIPA UI saat memperkenalkan peta peta hardcopy, peta digital dan pelatihan melengkapi isi peta oleh aparat desa di Kecamatan Ciracap

SUKABUMI — Departemen Geografi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), memperkenalkan peta hardcopy, peta digital dan pelatihan melengkapi isi peta oleh aparat desa di Kecamatan Ciracap, belum lama ini.

Kegiatan merupakan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) untuk pemetaan digital potensi desa dan kerja lapangan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

“Peta desa merupakan peta skala besar (1:5.000) sebagai alat untuk membuat berbagai macam kegiatan berkenaan dengan pemerintahan desa. Misalnya, pemetaan batas kampung, pelaporan berbagai kejadian dengan lokasinya tanpa jaringan internet,” ungkap Ketua Departemen Geografi FMIPA UI, Supriatna kepada Radar Sukabumi, Minggu (25/10).

Tak hanya itu, dengan bantuan teknologi sistem informasi geografis (SIG) dapat dimanfaatkan untuk pemetaan perencanaan desa, pemetaan berbagai macam potensi seperti potensi pertanian, potensi kebencanaan dan lain sebagainya.

“Potensi kebencaan longsor, banjir bandang dan sampai kepada potensi penyebaran Covid-19 dapat dipetakan dengan bantuan teknologi sistem informasi geografis (SIG),” paparnya.

Menurutnya, peta dasar dalam bentuk PDF yang dihasilkan dan diberikan kepada pemerintah desa di Kecamatan Ciracap yaitu peta penggunaan tanah, peta tempat-tempat penting (point of interest), peta geologi, peta jenis tanah, peta aliran sungai, peta lereng, peta ketinggian dan peta geomorfologi.

“Peta dasar ini sebagai bahan untuk membuat peta potensi desa. Khusus, peta penggunaan tanah dan peta tempat penting dipakai untuk menarik garis batas desa, batas kampung dan pelaporan tempat penting kejadian disuatu lokasi dapat dilakukan oleh aparat desa yang telah dilatih pada pelatihan tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Pasalnya, semua dosen, asisten dosen dan mahasiswa sebelum berangkat di rapid test terlebih dahulu dan semuanya non reaktif. (bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *