SUKABUMI – Empat inovasi strategis karya dosen Nusa Putra University berhasil menembus pendanaan nasional bergengsi Program Hilirisasi Riset Strategis LPDP Tahun Anggaran 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen kampus dalam memperkuat budaya riset sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, industri, dan pemerintah.
Program Hilirisasi Riset Strategis LPDP yang diumumkan melalui Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Risbang) berfokus pada pengembangan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara luas di dunia nyata.
Dua dosen Nusa Putra University yang berhasil lolos adalah Prof. Ir. Teddy Mantoro (Magister Informatika dan Program Doktor Ilmu Komputer) serta Assist. Prof. Bayu Indrawan (Teknik Elektro).
Prof. Teddy Mantoro memperoleh pendanaan untuk dua riset strategis:
- NiVO Quadrone Pro (skema Ajakan Industri).
- Sistem Proteksi Aplikasi Digital Pemerintah Berbasis Deteksi Repackaging Attack dan Runtime Integrity Verification (skema Inovasi Komersial).
Riset ini dinilai penting dalam memperkuat keamanan layanan digital pemerintah di tengah meningkatnya ancaman serangan siber.
Sementara itu, Assist. Prof. Bayu Indrawan juga membawa dua inovasi:
- Reverse Vending Machine (ATM) Sampah Berbasis Camera AI Vision (skema Ajakan Industri).
- Desain Pengembangan Science Techno Park di Luar Jawa (skema Inovasi Komersial).
Inovasi Bayu dinilai relevan dengan tantangan pembangunan masa kini, mulai dari pengelolaan sampah berbasis AI hingga pemerataan kawasan riset di luar Jawa.




