PENDIDIKAN

Aspirasikan Nasib Guru Via Buku

×

Aspirasikan Nasib Guru Via Buku

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Salah satu kiat cerdik dilakukan Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Nurullah Koswara, untuk menggambarkan nasib guru salah satunya melalui sebuah buku.Baru-baru ini, dirinya memberikan sebuah buku pada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil dengan memberikan buku yang ditulisnya sendiri berjudul “PGRI Wajah Guru Indonesia”.

“Memberikan buku pada gubernur adalah sebuah upaya perjuangan nasib guru dan organisasi dalam bentuk literasi,” kata Dudung kepada Radar Sukabumi, Jumat (26/10). Buku merupakan karya literasi yang didalamnya memuat berbagai harapan, dinamika dan bahkan prestasi.

Bank bjb Tandamata

Baginya, memberikan buku kepada Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar adalah bagian dari kiat perjuangan nasib guru, khususnya guru-guru di Jabar.Ada beberapa keistimewaan bila mengaspirasikan nasib guru dan pendidikan, melalui karya buku kepada para pemimpin di negeri ini.

Diantarnya adalah pemimpin mengetahui bagaimana harapan para guru, organiasi profesi dan pendidikan dari isi buku, pemimpin mengetahui bahwa guru itu berkarya melalui buku, pemimpin menjadi bertambah wawasan dengan membaca buku karya guru, pemimpin tidak harus “belanja aspirasi”, cukup dengan membaca buku karya guru dan terakhir kebijakan yang akan dilakukan oleh para pemimpin.

“Setidaknya mempertimbangkan aspirasi yang ada dalam buku karya para guru,” ulasnya.Perlu diketahui, satu profesi yang tidak bisa digantikan oleh robot saat ini adalah menulis.Untuk itu, guru yang suka menulis adalah guru-guru yang dapat mengaspirasikan nasib dan hasil perjuangannya melalu buku. Dengan membaca buku karya guru, para pejabat tidak merasa digurui.

“Biarkanlah mereka saat santai membaca buku karya kita yang didalamnya ada aspirasi dan informasi, terkait pendidikan,”ujarnya.Ia menjelaskan, selain media aspirasi juga dapat menjadi kado atau cindera mata yang baik.

Bangsa yang literet di era literasi identik dengan buku. “Alangkah indahnya bila para guru di Indonesia mulai gemar menulis dan membuat buku. Buku adalah gudangnya ilmu. Buku adalah rekaman pengalaman, intelektualitas dan aspirasi dari penulisnya,” ucapnya.

Buku dapat menjadi “barang bukti” bagaimana setiap guru berkarya melalui tulisan. Ungkapan guru mulia karena karya, lanjut Dudung, dapat dijawab melalui hasil karya buku diantaranya.Ridawan Kamil sebagai gubernur yang baru diharapkan mampu menjadi gurubernur yang benar-benar “Juara Lahir Bathin”.

Dirinya mengajak para guru untuk sama – sama berjuang dengan buku, dengan karya, dengan prestasi dan dengan dedikasi. Tidak hanya demo, meratap dan mengeluh. Setidaknya ratapan dan keluhan dituangkan dalam bentuk buku. “Saatnya para guru berjuang melalui buku. Beriakn kepada para pemimpin dan pejabat di negeri ini agar mereka merasa tidak digurui,” tutupnya.

 

(wdy)