Arief Rama Syarif, Dosen Universitas Nusa Mandiri yang Bertalenta

  • Whatsapp
Arief Rama Syarif, Dosen Universitas Nusa Mandiri
Arief Rama Syarif, Dosen Universitas Nusa Mandiri

SUKABUMI  – Arief Rama Syarif, merupakan dosen di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang bertalenta di bidang sains data. Selain itu, ia juga merupakan founder Yayasan Komunitas Open Source. Yayasan yang diprakrasainya ini, sudah berdiri sejak enam tahun lalu, tepatnya pada September 2015.

Ia mengaku, mendirikan Yayasan Komunitas Open Source ini dengan visi mewujudkan pendidikan yang baik, berinovasi dan kreatif bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui aktivitas kegiatan belajar dalam komunitas.

Bacaan Lainnya

“Situasi pandemi menuntut semua harus ikuti perkembangan yang ada, di mana semua aspek kehidupan secara menyeluruh melakukan transformasi bidang digital dan ini semua memiliki keterkaitan yang erat dengan bidang teknologi. Perubahan ini, memiliki tujuan untuk lebih mempermudah segala aktivitas kehidupan masyarakat. Akan tetapi, tidak semua memiliki kesempatan yang sama dalam menyeimbangkan perkembangan dan perubahan ini secara cepat,” ujarnya dalam pesan whatsapp, Kamis (16/9).

Maka, katanya komunitas yang telah berdiri kurang lebih enam tahun itu tetap berjalan hingga sekarang. Sikap kepeduliannya pada lingkungan sekitar membawa komitmennya untuk membangun rutinitas kegiatan belajar secara gratis di komunitasnya itu. Terlebih, masa pandemi yang sudah dua tahun berjalan ini, semakin memantapkan sikapnya untuk terus berbagi pada mereka yang tidak memiliki kesempatan luas dalam menimba ilmu pengetahuan di bidang teknologi.

“Saya prihatin dan terpanggil untuk memberikan kesempatan yang sama pada mereka di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena bagi saya, semua wajib memiliki kesempatan belajar, apalagi mereka yang sebenarnya punya tekad yang kuat, namun hidup dalam keterbatasan,” katanya.

Menurut saya, mereka sebenarnya ingin sekali menambah ilmu pengetahuan di bidang teknologi dan digitalisasi. Akan tetapi karena keterbatasan ekonomi, peluang berkuliah di perguruan tinggi pun harus kandas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *