PENDIDIKAN

Adam Sih dan Ellena Tantia Shinta Dewi, Dua Siswa Peraih Beasiswa ke Taiwan

×

Adam Sih dan Ellena Tantia Shinta Dewi, Dua Siswa Peraih Beasiswa ke Taiwan

Sebarkan artikel ini

Mencari ilmu memang bisa dilakukan hingga lintas negara. Itulah yang bakal dilakoni Adam Sih dan Ellena Tantia Shinta Dewi, dua alumnus SMKN 2 Boyolangu. Mereka meraih beasiswa S-1 di salah satu perguruan tinggi di Taiwan.

DHARAKA R. PERDANA, Tulungagung

Bank bjb Tandamata

DUA siswa SMKN 2 Boyolangu Adam Sih dan Ellena Tantia Shinta Dewi bakal pergi ke Taiwan. Namun, keduanya pergi ke sana bukan untuk berwisata. Adam dan Ellena terpilih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di sana. Padahal, bukan perkara mudah meraihnya karena harus bersaing dengan banyak siswa.

Bagi Adam yang asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, beasiswa itu ibarat rezeki nomplok yang pantang dilewatkan begitu saja. Apalagi, ada keinginan lain yang ingin diwujudkannya.

”Saya ingin bertemu mama saya yang sudah bekerja di sana (Taiwan, Red) selama 20 tahun,” ungkapnya.

Adam menambahkan, informasi beasiswa itu didapatkannya saat Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Surabaya mengadakan seminar di sekolahnya. Dia pun tergerak mengikutinya karena itu menjadi salah satu solusi agar kemampuannya berbahasa

Mandarin semakin terasah. ”Jika kuliah di sana, tentu kesempatan berkarir menjadi semakin besar,” imbuhnya.
Cowok 19 tahun tersebut mengimpikan saat lulus nanti bisa menjadi awak kabin salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia.

Atau bisa saja masuk ke maskapai penerbangan di Indonesia: Garuda Indonesia. ”Saya memang bercita-cita menjadi pramu gara. Semoga ini bisa menjadi jalan meraihnya,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Ellena. Cewek asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, itu menyampaikan, apa yang sudah didapatkannya kini ibarat durian runtuh. Apalagi, saat hendak lulus dari sekolah yang berada di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, belum pernah tebersit di benaknya keinginan langsung kerja.

Karena itu, ujar Ellena, setiap ada waktu dimanfaatkan untuk mencari informasi mengenai tempat kuliah dan beasiswa yang sesuai dengan jurusan perhotelan dan pariwisata.

”Ujung-ujungnya ada perwakilan ITCC yang datang ke sekolah dan memberikan pengarahan. Itulah yang membuat saya tergerak hingga meraih beasiswa ini,” katanya.

Ellena mengakui bahwa kemampuan bahasa Mandarinnya masih jauh dari harapan. Dia pun harus mengikuti kursus lima bulan. ”Kemampuan berbahasa Mandarin ha rus diasah sebelum langsung kuliah di sana,” tuturnya.

Saat ada acara farewell di Surabaya, Ellena sempat mendapat pengalaman lucu ketika mengobrol dengan Bupati Emil Elestianto Dardak. Orang nomor satu di Pemkab Trenggalek tersebut mengaku heran kok ada warga Trenggalek yang kuliah di negara itu. ”Pak Emil sempat heran juga. Padahal, yang lebih banyak adalah TKW,”ucapnya.

 

(*/and/c9/diq)