PENDIDIKAN

88 Pelajar SMP se-Kota Sukabumi Ikuti Student Camp

×

88 Pelajar SMP se-Kota Sukabumi Ikuti Student Camp

Sebarkan artikel ini
SERU: Para pelajar SMP se-Kota Sukabumi saat mengikuti kegiatan Student Camp i gelar di Selabintana Resort, Sukabumi, Senin (20/11/2023) .
SERU: Para pelajar SMP se-Kota Sukabumi saat mengikuti kegiatan Student Camp i gelar di Selabintana Resort, Sukabumi, Senin (20/11/2023) .

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi kembali menggelar Student Camp 2023 yang di Selabintana Resort, Sukabumi, Senin (20/11). Kegiatan ini diikuti 88 pelajar SMP negeri dan swasta se-Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat mengatakan, Student Camp tahun ini mengusung tema “Melatih Kemandirian, Menumbuhkan Karakter” sebagai ikhtiar pemerintah untuk memberikan fasilitas terhadap ruang ekspresi para pelajar.

Bank bjb Tandamata

“Masa remaja merupakan satu kondisi yang sulit untuk merasa puas, generasi yang terus mencari identitas mereka. Sehingga perlu diberikan kesempatan untuk mengekspresikan ruang kemerdekaan mereka. Di sinilah Student Camp hadir untuk memberikan akses kepada peserta didik dalam mengekspresikan beragama perasaan mereka,” terang Punjul kepada Radar Sukabumi.

Sukabumi Student Camp menjadi wadah bagi para pelajar tingkat SLTP dalam mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Menurutnya kegiatan positif seperti ini perlu terus dikembangkan dalam melatih dan mencetak karakter peserta didik sesuai harapan kurikulum merdeka.

“Untuk kegiatannya dilaksanakan selama dua hari yakni pada 20-21 November 2023,” imbuhnya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji yang hadir membuka acara Student Camp berharap melalui kegiatan ini dapat membawa perubahan terhadap pola dan cara pendidikan. Pendidikan harus memiliki ciri khas dan sesuai dengan perkembangan zaman serta mencetak generasi unggul yang siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman.

“Pendidikan di era sekarang berbeda dengan zaman kita dulu. Oleh sebab itu, didiklah anak-anak sesuai dengan zamannya. Dengan menghadirkan nuansa baru di dunia pendidikan [sama artinya] dengan tidak membuat anak-anak menjadi lebih kaku,”ujar Kusmana Hartadji.

Dikatakannya, saat ini kita sedang berada di era competitiveness. Bagaimana melalui kegiatan Student Camp ini membuat daya tahan para pelajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mampu mencetak mereka sebagai agen perubahan.

Kebermanfaatan para peserta didik, disebutkan oleh Kusmana Hartadji, ketika mereka mampu menjadi agen perubahan.Model pembelajaran baru dalam kurikulum merdeka membuka peluang sebesar-besarnya kepada peserta didik untuk belajar di lingkungan yang lebih luas. Pembelajaran tidak hanya terbatas di ruang kelas.

“Ini merupakan gaya baru dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi juga diarahkan untuk memahami lingkungan sekitar dan dapat ikut andil sebagai agen perubahan sosial.

Melalui Student Camp yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perubahan ke arah yang lebih baik di dunia pendidikan, Insya Allah dapat terwujud,” pungkasnya. (wdy)