Namun pelatih Paulo Bento masih mengkhawatirkan striker Hwang Hee-chan yang mengalami masalah pada hamstring sehingga kembali absen saat melawan Ghana ini.
Selebihnya Bento tak menghadapi masalah seperti itu sehingga bisa memasang semua pemain yang paling siap dimainkan yang kemungkinan besar tak banyak berubah dari skuad yang menghadapi Uruguay.
Kuartet pertahanan Kim Moon-hwan, Kim Min-jae, Kim Young-gwon, dan Kim Jin-su akan melindungi Kim Seung-gyu yang mengawal gawang Korea Selatan., baik dari serangan Ghana dari tengah maupun dari kedua sayap.
Sedangkan Jung Woo-young dan Hwang In-beom akan kembali berduet di lapangan tengah untuk memberikan keseimbangan kepada tim baik saat melindungi para bek maupun saat membantu merancang serangan untuk kuartet serang pimpinan Son Heung-min dan Hwang Ui-jo.
Akan halnya Ghana, pelatih Otto Addo bakal memasang formasi yang lebih agresif dari tim yang dikalahkan Portugal 2-3. Titik tekannya akan berpijak kepada sistem yang lebih berorientasi menyerang ketimbang yang cenderung menekankan pertahanan yang kuat seperti mereka tampilkan saat melawan Portugal.
Perubahan ini mutlak dilakukan agar Ghana menang yang bisa menghidupkan asa mereka untuk bertahan guna menembus fase gugur. Konsekuensinya, Bintang Hitam akan memasang komposisi tradisional di lini belakangnya dengan dua bek dan dua bek sayap.
Jika perubahan seperti itu yang dilakukan Addo maka Mohammed Salisu terancam kehilangan tempat, sedangkan Osman Bukari akan didorong lebih ke depan untuk memainkan peran yang lebih menyerang.
Bukari akan menempati posisi sayap bersama Andre Ayew untuk mengapit Mohammed sebagai false nine di belakang Inaki Williams yang menjadi ujung tombak tunggal.
Ayew yang bermain bagus saat kalah melawan Portugal memang sempat dihadapkan kepada masalah cedera, namun dia akan tetap menjadi salah satu starter Ghana.
Selebihnya pelatih Otto Addo tetap menurunkan pemain-pemain yang masuk skuad saat menghadapi Portugal.
Statistik penting kedua tim
Ghana memimpin statistik menang kalah dengan ulan 4-3 dalam tujuh pertemuannya dengan Korea Selatan sebelum ini, dan semuanya terjadi pada pertandingan persahabatan internasional.
Kedua negara pertama kali bertemu pada 1982 di Kuala Lumpur, Malaysia, menjelang Piala Dunia Brazil 2014 di mana Ghana menang telak 4-0 berkat hattrick Jordan Ayew. Korea Selatan adalah satu-satunya negara Asia yang mencapai semifinal Piala Dunia ketika menjadi tuan rumah edisi 2002, sementara Ghana menjadi satu dari tiga negara Afrika yang melangkah lebih jauh dari sekadar fase grup sampai berhasil mencapai perempat final pada 2010.
Korea Selatan menjadi tim Asia yang paling sering tampil dalam putaran final Piala Dunia dengan sebelas penampilan. Yang pertama mereka lakukan adalah pada edisi 1954, namun sejak 1986 mereka sudah 10 kali berturut-turut masuk putaran final.
Ghana menjadi tim Afrika ketiga yang dihadapi Korea Selatan dalam turnamen Piala Dunia. Sebelumnya mereka diimbangi Nigeria pada 2006 dan dikalahkan Aljazair pada 2014.
Satu-satunya tim AFC yang pernah dihadapi Ghana sebelumnya adalah Australia pada Piala Dunia 2010 ketika saat itu berakhir imbang 1-1. Ghana tampil pertama kali dalam Piala Dunia pada 2006 dan putaran final kali ini adalah yang keempat kalinya bagi Ghana.
Bintang Hitam menjuarai Piala Afrika keempatnya sebelum dinyatakan lolos ke putaran final Piala Dunia pertamanya.(*)






