“Animo setelah sekian tahun tidak juara enggak dapat piala, dan sekarang masuk final juga ada bintang baru namanya Marko Simic, mereka sangat antusias. Sebetulnya ini milik Jakmania, banyak yang mengawal dari penyisihan, tapi di final sulit dapat tiket,” ucap Ferry. “Mereka merasa ini hak mereka, saya maklumin euforia sampe turun lapangan, tapi kalau tindakan anarkis tidak saya tolerir. Ini pembelajaran menyangkut sistem pengamanan GBK.
Kita beruntung ini dipakai, ada pembelajaran buat partai berikutnya,” ia menambahkan. Persija berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Bali United. Armada Stefano Cugurra tersebut menang tiga gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2) malam. (net)


