Pada kompetisi Thailand Robotic Training and Competition 26-27 Januari 2018 lalu, bendera Indonesia berkibar di podium juara. Charis Yusron Abadan, 13, berhasil meraih juara pada kategori line lollowers di kompetisi yang diselenggarakan di Yala Tehnical College, Thailand.
Yudha Satria Aditama
Charis Yusron Abadan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, begitu ditanya keberhasilannya berkompetisi di Thailand satu setengah bulan yang lalu. Bocah berusia 13 tahun ini selalu tersenyum dan tersipu malu, ketika diwawancarai terkait keberhasilannya menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai negara.
Kebanggaan anak Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek ini cukup beralasan. Dia yang mewakili Indonesia pada kompetisi internasional itu membawa pulang medali emas kompetisi robotik kategori line followers.Pelajar SMPIT Bina Anak Soleh (BAS) itu mengatakan, dunia robotik memang masih baru baginya.
Ketika duduk di bangku SD, bocah yang akrab disapa Zudan ini hanya hobi nonton kartun robot di televisi. Begitu masuk SMP, dia yang penasaran cara mengoperasikan robot langsung gabung dengan ekstrakurikuler robotik sekolahnya.
‘’Dulu waktu SD cuma suka nonton robot, baru tiga bulan mencoba mengoperasikan sendiri,’’ tutur pelajar kelas VII ini.



