Terafiliasi ISIS, Yunus Menyimpan Panah dan Tombak

  • Whatsapp
ILUSTRASI TERORIS: Densus 88 meringkus Yunus Trianto, warga Desa Kincang Wetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (24/8). (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Tujuh kali Heri Sudarto mendengar letusan seperti bunyi petasan dari rumah Yunus Trianto. Tapi, karena pernah ada persoalan pribadi dengan tetangganya itu, pria 52 tahun tersebut enggan mencari tahu lebih lanjut. “Saya sampai kaget (mendengar letusan-letusan itu). Selang berhari-hari begitu,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (25/8).

Yunus, warga Desa Kincang Wetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu lalu diamankan Densus 88. Sebelumnya (24/8) dia dilumpuhkan warga saat hendak melarikan diri setelah merampok Toko Emas Dewi Sri, Magetan, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Berdasar informasi yang dihimpun, Yunus diduga terkait erat dengan Jamaah Isbaqiah yang masih berafiliasi dengan ISIS (Negara Islam di Iraq dan Syria). Selain itu, hasil perampokan di toko emas rencananya digunakan untuk menjalankan misi terselubung di Syria. Di rumahnya dia juga diduga merakit bom.

Kemarin, setelah mengamankan Yunus, tim Densus 88 turun gunung memeriksa tiga tempat yang terkait dengan pelaku. Pemeriksaan di tiga lokasi berlangsung hingga lebih dari empat jam. Mulai pukul 16.10 sampai 20.30. Lokasi pertama kios milik Yunus di Pasar Sumur Tiban.

Desa Kincang Wetan, Jiwan, Madiun. “Jadi, ini rumah kakek neneknya yang belum diwariskan. Ada rumah yang tidak berpenghuni, kemudian sampingnya dibangun bedak kios, disewakan kepada enam pedagang,” kata Kepala Desa Kincang Wetan Pardi.

Pardi turut menyaksikan beberapa barang bukti yang diamankan dari kios itu. Kendati demikian, dia tidak mengetahui secara pasti detail isi barang bukti yang dibungkus dengan menggunakan banner tersebut.

Dari lokasi Yunus bersama istrinya mengais rezeki dengan berjualan plastik di pasar itu, Densus 88 bergeser ke lokasi kedua pukul 18.10. Yakni, rumah tempat tinggal Yunus bersama keluarganya di Desa Sukolilo, Jiwan. Polisi membentangkan garis polisi radius 100 meter dari rumah tersebut.

Kembali Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti. Ketua RT 08, RW 03, Desa Sukolilo, Jiwan, Sumantri mengungkapkan bahwa polisi mengamankan beberapa senjata. Berupa panah, tombak, dan senjata laras panjang. Juga, kabel rakitan dan puluhan keping CD. “Itu tadi kami ikut menyaksikan barang tersebut sebagai barang bukti,” kata Sumantri.

Pemeriksaan bergeser ke lokasi ketiga selang dua jam kemudian. Lokasi ketiga itu merupakan rumah orang tua Yunus. Lokasinya berada di belakang masjid jamik Desa Kincang Wetan. Yunus sering ke rumah berlantai keramik putih dan dinding keramik hijau itu untuk mengantarkan sekolah anak bungsunya. Edi Suwito, 55, tetangganya, mengatakan bahwa biasanya Yunus menitipkan anak bungsunya ke orang tuanya. “Tidak pernah bergaul juga di sini, jarang terlihat,” ujar Edi.

(kid/c1/ota/c10/ttg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *