Soal SILPA, yakni selisih lebih/kurang antara realisasi pendapatan dan belanja, serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam pada APBD tahun 2020, Bima menuturkan, realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp334 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp80 miliar, sehingga ada SILPA anggaran Rp327 miliar atau naik 15 persen dibandingkan pada APBD tahun 2019.
“Hal ini disebabkan pencapaian realisasi pendapatan daerah yang telah disesuaikan dan melampaui target serta adanya efisiensi belanja transfer pemerintah pusat yang tidak memungkinkan waktu pelaksanaannya,” tandasnya.
Menurut Bima Arya, realisasi pendapatan dan belanja pada APBD tahun 2020 tersebut, telah dibuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaannya dalam bentuk Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) APBD tahun 2020, dan telah diserahkan kepada DPRD Kota Bogor.
Sumber : Antara






