Hal senada juga disampaikan Direktur PO NPM Angga Vircansa Chairul yang mengatakan penghentian operasional bus karena COVID-19 ini berdampak langsung pada 200 kepala keluarga.
“Kami memiliki 133 pengemudi, kru sebanyak 70 orang, artinya ada 200 lebih kepala keluarga yang terdampak langsung,” katanya.
Angga juga mengeluhkan BLT dari kepolisian di mana belum adanya pencairan dan kuota terbatas.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Perum Damri Setia Milatia juga mengatakan 90 persen operasional terhenti, 10 persen lainnya digunakan untuk antar jemput tenaga medis serta pengangkutan alat kesehatan.
“Posisi kami dari Maret ke April tinggal 10 persen operasi karena ada penutupan di Jabodetabek. Untuk bus bandara bahkan harus tutup saat ini. Kami beroperasi lebih untuk paramedis ke rumah sakit-rumah sakit rujukan karena membantu social distancing supaya mereka ke RS tepat waktu dan mengangkut para medis , juga karyawan perbankan yang masih harus kerja,” ujarnya. (antara/jpnn/izo/rs)





