NASIONAL

Nelayan Morotai Dapat Dukungan Teknologi Hijau untuk Tingkatkan Pendapatan

×

Nelayan Morotai Dapat Dukungan Teknologi Hijau untuk Tingkatkan Pendapatan

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Jepang, UNDP, dan KKP bersama masyarakat pesisir Morotai saat meninjau langsung dampak program seaBLUE, termasuk penggunaan perahu listrik tenaga surya dan sistem penyimpanan dingin bertenaga surya.

MOROTAI – Pemerintah Jepang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan United Nations Development Programme (UNDP) menutup kunjungan bersama ke Pulau Morotai, Maluku Utara, sebagai bentuk komitmen memperkuat penghidupan masyarakat pesisir sekaligus menjaga ekosistem laut Indonesia.

Bank bjb Tandamata

Kunjungan ini merupakan bagian dari proyek Strengthening Livelihood of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy (seaBLUE), yang didanai Pemerintah Jepang dan diimplementasikan oleh UNDP bersama KKP.

Program ini hadir sebagai solusi praktis menghadapi perubahan iklim, dengan tujuan meningkatkan pendapatan nelayan skala kecil sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan masyarakat pesisir.

“SeaBLUE menunjukkan bagaimana kemitraan yang kuat dapat menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat pesisir,” ujar Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia. “Dengan teknologi sederhana seperti perahu tenaga surya dan kotak penyimpanan dingin, keluarga nelayan dapat mengurangi biaya bahan bakar, memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, dan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut.”

Kunjungan ini diikuti oleh Tri Tharyat (Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemenlu), Yayan Hikmayani (Kepala Pusat Penyuluhan KKP), Sara Ferrer Olivella (UNDP Indonesia), serta Reiko Kamigaki (Konselor Ekonomi Kedutaan Jepang), bersama perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Mereka bertemu langsung dengan nelayan di Pulau Galo-Galo untuk melihat dampak program.

Indonesia memiliki sekitar dua juta nelayan skala kecil yang menyumbang hampir 60% produksi perikanan nasional. Di Morotai, lebih dari 4.000 nelayan dan pengolah ikan menggantungkan hidup pada laut, namun masih menghadapi tantangan seperti biaya bahan bakar tinggi, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya fasilitas penyimpanan dingin.

Melalui seaBLUE, UNDP mendukung pemasangan sistem penyimpanan dingin bertenaga surya di 17 lokasi, yang mampu menekan kerusakan hasil tangkapan dan meningkatkan nilai ekonomi hingga tiga kali lipat. Program ini juga memperkenalkan mesin perahu listrik tenaga surya serta memperkuat tata kelola perikanan dengan mendaftarkan 230 kapal ke dalam Sistem Informasi Izin Kapal Daerah (SIMKADA).

“Jepang berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir di Indonesia,” ujar Reiko Kamigaki. “Penguatan perikanan berkelanjutan sangat penting untuk ketahanan pangan dan kesehatan laut jangka panjang.”