Setelah sampai Tual, kapal ini akan dipasangi kontainer pendingin. Dia berharap rencana tersebut bisa semakin mengenalkan teknologi kapal pelat datar ke masyarat atau nelayan.
Dia menjelaskan beberapa melakukan edukasi atau sosialisasi ke para nelayan terkait kapal dari bahan lapisan baja tersebut. Namun masih ada nelayan yang merespon dengan kekhawatiran.
Diantaranya adalah takut tenggelam karena materialnya dari baja. Hadi terus meyakinkan masyarakat bahwa kapal dari pelat baja tersebut aman bahkan lebih efisien.
Dirjen Penguatan Inovasi (PI) Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan secara teknologi, kapal pelat datar sudah layak untuk dikomersilkan. ’’Kita kembangkan ke industri,’’ jelasnya.
Untuk diterima di industri, Jumain mengatakan kapal ini tetap terus butuh pengujian-pengujian. Diantaranya untuk mengukur tingkat manuver, kecepatan, dan efisiensi bahan bakar.
Jumain menuturkan biaya pembuatan kapal pelat datar lebih murah dibandingkan kapal dari kayu atau fiber. Selain itu bahan dasar kapal pelat dasar juga sudah bisa menggunakan produk dalam negeri. Berbeda dengan kapal fiber, dimana materialnya masih impor.



