Hadi mengatakan memiliki mimpi ada transfer teknologi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa membuat kapal pelat datar sendiri. Sebagaimana mereka membuat kapal dari kayu secara tradisional.
’’Tidak sulit membuatnya,’’ kata dia. Hadi juga berharpa ke depan kapal pelat datar bisa menjadi kapal nasional. Jadi ketika ada orang melihat kapal pelat datar sedang lewat, langsung teringat bahwa itu adalah kapal Indonesia.
Untuk menuju tujuan tersebut, syaratnya harus semakin banyak kapal-kapal pelat datar yang mengarungi lautan Indonesia.
Sementara itu kemarin juga diperkenalkan kapal pelat datar yang diperuntukkan untuk menangkap cumi-cumi. Kapal ini sudah berada di laut lepas di perairan Pulau Seribu.
Rombongan Menristekdikti Mohamad Nasir sempat menjajal ketangguhan kapal bertonase 29 GT dengan kapasitas 13 orang kru itu, saat melakukan manuver.
Hadi mengatakan rencananya kapal pelat datar untuk menangkap cumi itu bakal dikirim ke Tual, Maluku. Perjalanan menuju Tual diperkirakan selama sepuluh hari.



