Yudian mengatakan, BPIP sudah menyusun 15 buku pelajaran Pancasila. Mulai jenjang PAUD sampai pendidikan tinggi. Buku tersebut sudah diujicobakan di lapangan. Juga, disampaikan ke Komisi II DPR, Menko Polhukam, menteri agama, dan tokoh masyarakat. ’’Isinya nanti 70 persen adalah praktik ber-Pancasila,’’ katanya. Sisanya soal teori Pancasila seperti sejarah dan lainnya.
Praktik ber-Pancasila itu seperti bagaimana bergotong royong. Kemudian, soal keadilan sosial. Intinya, nanti guru mengajak siswa berpikir untuk menemukan dirinya dalam ber-Pancasila di lingkungannya.






