Ia menegaskan, kekuasaan bukanlah khittah dari NU. Kekuasaan merupakan khutwah robbaniyah yang merupakan urusan Allah yang memberikannya. “Khutwah yang harus kita lakukan adalah khutwah ishlahiyah, langkah-langkah berbaikan, bukan khutwah untuk mengambil kekuasaan,” pungkasnya.
Kehadiran mantan Rais Aam PBNU di Lampung sendiri memiliki agenda utama untuk menghadiri Muktamar ke-34 NU yang dibuka Rabu pagi. Muktamar yang digelar hingga besok, Kamis (23/12), digelar di empat lokasi, yaitu Pondok Pesanteren Darussa’adah, UIN Raden Intan, Universitas Lampung, dan Universitas Malahayati.
Kiai Maruf Amin rencananya akan menutup Muktamar pada Jumat (24/12).






