BOGOR– Pertunjukan seni Sunda berlangsung di Graha Pena, Selasa (21/12). Acara itu untuk memperingati Tahun Baru 1944 Saka Sunda.
Acara dihadiri para budayawan Bogor. Para pengurus cabang karate tradisional juga ikut meramaikan perayaan tersebut. Lantaran dirangkaikan dengan pelantikan pengurus cabang Bogor Raya. Hadir pula Danrem 061 Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi.
Budayawan Sunda, Gatut Susanta mengatakan peringatan Tahun Baru 1944 Saka Sunda itu baru pertama kalinya digelar di Kota Bogor. Tentu saja, perayaan dengan peserta yang antusias itu menjadi suatu kebanggaan bagi budaya Sunda. Artinya, sejarah dan budaya asli Bogor masih punya tempat bagi generasi muda.
“Terima kasih atas segalanya, buat yang sudah datang dan semua tim. Mohon maaf jika ada kekurangan dari pelaksanaan kegiatan ini,” tandas lelaki yang juga menjadi Elitis Galuh Pakuan Pajajaran ini.
Acara itu juga dirangkaikan dengan penjelasan mengenai Kerajaan Pakuan Pajajaran yang pernah eksis di masa lalu. Sejumlah riset dan penelitian dipaparkan oleh budayawan. Hasil penjelajahan masa lalu itu dituangkan menjadi buku sehingga menghasilkan visual yang lebih jelas mengenai kerajaan masa lampau itu.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah bukti dari kerajaan masa lalu itu diambil langsung dari Portugal. Beberapa dokumen surat perjanjian masih utuh dengan skala waktu di masa penjajahan bangsa Portugis. Dokumen itu menyebutkan nama Sunda yang menjadi bukti otentik terkait Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Pertunjukan seni itu sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus cabang Bogor Raya Indonesia Traditional Karate Federation (INATKF). Ketua INATKF, Muchlas Rowi mengakui, organisasi karate tradusional itu dibentuk agar mewujudkan keinginan dalam mengkolaborasikan karate dsb budaya lokal. Tak heran, karate tradisional masuk dalam lingkup Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Ini juga kolaborasi yang cukup bagus dengan komunitas Sunda. Mudah-mudahan ke depan, karate bisa juga berkolaborasi dengan silat. Karena kita juga sangat fleksibel,” ungkapnya.
Kehadiran karate tradisional itu juga menjadi hal yang cukup menarik. Ia berterima kasih atas penerimaan masyarakat Bogor. Dengan demikian, misi untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada anak-anak bisa diwujudkan sekaligus melalui karate. “Anak-anak dengan kenal karate, maka mengenal juga budaya Sunda,” tandasnya. (mam)
=====




