Luhut Yakin Indonesia masih jadi tujuan investasi

  • Whatsapp
Luhut
Gubernur Aceh Nova Iriansyah (dua kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat melihat produk olahan perikanan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (8/9/2021). ANTARA/Khalis/am.

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia masih menjadi tujuan investasi sejumlah perusahaan global, terutama dilihat dari cara pemerintah menangani COVID-19.

“Kemarin saya menerima CEO Sambung dan kami juga berkomunikasi dengan Chairman Hyundai. Mereka melihat Indonesia menjadi tujuan investasi sekarang ini karena mereka lihat bagaimana kita menangani COVID-19,” katanya dalam peluncuran Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #PasarLautIndonesia di Aceh, sebagaimana dipantau secara daring dari Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Luhut mengungkapkan kesuksesan dalam menangani COVID-19 kini menjadi satu ukuran bagi dunia untuk menjadi destinasi investasi. Namun, ia mengingatkan Indonesia tak boleh merasa jumawa dengan capaian yang ada.

Mantan Menko Polhukam itu mengemukakan dirinya mendapat banyak pesan dari sejumlah koleganya di luar negeri soal penanganan COVID-19 di Indonesia. Salah satunya adalah pesan dari seorang profesor dari Colombia University yang memberikan apresiasi atas penanganan yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

Menurut Luhut, penanganan COVID-19 di Tanah Air tidak sesederhana yang dibayangkan karena kondisi geografis dan sosilogisnya.

Ia juga mendapat proposal dari sekolah medis di Boston, AS, terkait penanganan COVID-19 yang ternyata telah semuanya dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Proposal itu saya baca, saya lihat ternyata upaya itu kita sudah lakukan semua. Dan, ada yang tidak mereka lakukan, bahwa peran TNI/Polri yang sangat dominan di dalam mendisiplinkan masyarakat untuk bisa eksekusi program-program itu semua. Ditambah lagi PeduliLindungi yang mereka tidak lakukan. Itu saya kira adalah alat kita untuk mengendalikan COVID-19 ini,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *