”Sudah tidak terdengar lagi pingnya. Tidak terdekteksi kami punya kapal. Dan tadi juga turun dengan rubber boat, dengan ping loacater dan KNKT singapura dan Indonesia tidak ada bunyi,” ujarnya. Sore kemarin ada penyelaman oleh anggota TNI dan Basarnas dengan membawa ping locater untuk mencari lokasi VCR. ”Mudah-mudahan mengetahui oh sudah ada bunyi. Berarti masih disitu,” kata Ilyas.
Strategi yang akan dilakukan tim di kapal BPPT itu hari ini dengan tetap menurunkan jangkar 600 meter dari pipa pertamina. Tapi, dengan ROV yang punya kabel sepanjang 1.200 meter itu bisa menjelajah ke lokasi tersebut. ”Bunyi ping tidak terdengar itu bisa jadi karena lumpur. Informasi dari penyelam lumpur bisa selutut,” ungkap dia.
(jun)




