NASIONALPOLITIK

Kang Hergun Soroti Soal PHK Puluhan Ribu Buruh Pabrik, Begini Katanya

×

Kang Hergun Soroti Soal PHK Puluhan Ribu Buruh Pabrik, Begini Katanya

Sebarkan artikel ini
Heri Gunawan
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan (Hergun) sampaikan catatan terkait RUU HKPD yang mengatur perimbangan keuangan, termasuk batasan belanja pegawai. Foto: dokpri Hergun

SUKABUMI – Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan (Hergun) akhirnya angkat bicara soal puluhan ribu buruh pabrik padat karya atau garment di Kabupaten Sukabumi yang di PHK akibat krisis ekonomi global.

Legislator Senayan asal Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi ini, menilai bahwa permasalahan sesungguhnya ekonomi global itu, telah berdampak buruk terhadap kemajuan dunia industri. Karena kondisi global ini tercipta mulai dari adanya perang Rusia – Ukrania.

Bank bjb Tandamata

“Iya, bisa diketahui bersama, bahwa Negara Ukrania merupakan negara penghasil gandum terbesar di dunia. Sementara, Negara Rusia merupakan negara salah satu pen-suvlai mulai dari gas dan minyak terbesar di dunia yang masuk pada 10 besar di dunia,” kata Heri Gunawan kepada Radar Sukabumi pada Senin (12/12).

Akibat konflik dari dua negara tersebut, sambung Heri Gunawan, suplai untuk gandum dan suplai untuk gas serta energi menjadi berkurang sesuai dengan hukum penawar permintaa.

Ia mencontohkan, apabila semisal saat permintaan banyak atau permintaan tidak ada. Maka secara otomatis over suvlai. Sementara, pada saat suvlainya banyak, penawarannya banyak maka akan terjadi keseimbangan pasar.

“Nah, sekarang ini karena Negara Ukraina suvlainya berkurang, sementara permintaan banyak. Maka untuk harganya tentu akan bersaing. Belum lagi, ditambah dengan perubahan iklim. Karena, iklim ini juga ikut turut mempengaruhi terkait masalah jagung dan komoditi pangan khususnya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kekurangan suvlai komoditi pangan, secara otomatis harga akan berubah. Perubahan harga ini, mengakibatkan beberapa kelompok besar tidak kuat. Apalagi, baru-baru ini kondisnya usai pandemi Covid-19.

“Baru saja pulih dari pandemi, sudah dihajar seperti ini. Akhirnya mereka atau parusahaan pada hangout atau menyerah, karena permintaan kurang. Maka, secara otomatis banyak pabrikan yang ada di Indonesia tidak bisa teraduk oleh mereka. Karena, pasarnya tidak ada,” imbuhnya.

Apabila pasarnya tidak ada, masih kata Heri Gunawan, tentunya pabrik atau perusahaan-perusahaan akan mengurangi produksinya. Makanya salah satu cara yang paling efektif dan cepat adalah mem-PHK karayawannya.

“Iya, mungkin saran kami kepada para pabrikan yang pangsa pasarnya luar negeri, seharusnya bisa membidik juga pasar dalam negeri. Kalau itu bisa masuk, kenapa tidak. Ini mesti dilakukan supaya keberlangsungan perusahaan dengan adanya diserfikasi itu bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Pihaknya berharap kondisi ini, tidak terlalu lama terjadi dan di prediksi sampai 2023. Namun, meski demikian pihaknya berasumi bahwa tahun 2023 nanti merupakan momen pemilu dan mayoritas atau biasanya di momen pemilu tersebut, akan terjadi peredaran uang yang cukup banyak.

“Iya, di momen pemilu itu bisa disebut tanda kutip uang ini akan beredar banyak. Kalau uang beredar banyak harapan kami ini bisa mendorong konsumsi masyarakat. Dengan konsumsi masyarakat itu, diharapkan dapat berkembang perekonomiannya,” pungkasnya. (den/d)