“Kemudian dia mengambil pisau daging, dibacoknya pintu. Karena pintunya menggunakan triplek. Pas terbuka langsung yang dibacok laki-laki itu,” beber Nursan.
Laki-laki ini lari lewat jendela dalam keadaan tidak menggunakan pakaian. Antok kemudian melampiaskan amarah kepada istrinya. Ia membacok istrinya hingga bersimbah darah. Setelah itu, meninggalkan tempat kejadian dan menyerahkan diri ke Polsek Tenggarong.
Pelaku Jarang di Rumah
Nursan mengatakan bahwa pelaku jarang berada di rumah karena berdagang pakaian di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). “Jadi kalau dia balik ke Tenggarong hanya mencari barang dagangan dan itu paling lama dua hari di sini. Biasanya di Kubar dia 6 hari di sana. Kalau dagangannya habis, dia balik lagi ke sini,” ucap Nursan. (one/selasar/pojoksatu)





