JAKARTA – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat audiensi dengan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Marsda TNI Eko Dono Indarto di kantor Kemenko Polkam Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Audiensi dihadiri langsung oleh Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala, Dewan Pengawas Marsdya TNI (Purn.) Dede Rusamsi, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hukum Rukmana, dan Humas Herdiana.
Sedangkan dari pihak Kemenko Polkam turut hadir mendampingi Deputi Marsda TNI Eko Dono Indarto, Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa Novan Ivanhoe Saleh, Kabid Media Sosial dan Komunitas Erni Mustikasari, serta Kabid Media Massa dan Media Sosial Muhamad Burhan.
Dalam sambutannya, Marsda TNI Eko Dono Indarto menyambut hangat kehadiran AMKI. Ia menyatakan, pihaknya sangat terbuka terhadap kerja sama strategis dengan media konvergensi untuk menghadapi tantangan era digital.
“Kehadiran AMKI ini sangat bagus sekali untuk kami. Saya yakin, AMKI dikirim ke sini oleh Tuhan. Kami sudah merancang bentuk media gabungan untuk menangkal berbagai isu liar dan hoaks di media sosial. Kehadiran AMKI sangat tepat waktunya,” ujar alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 itu.
Menurutnya, sinergi antara Kemenko Polkam dan AMKI sangat dibutuhkan untuk membendung penyebaran informasi yang menyesatkan serta menciptakan ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan produktif.
“Kita harus bekerja sama untuk mengelola isu dan mencegah disinformasi. Saya lihat AMKI sudah sejalan dengan visi Polkam. Mari kita besarkan kerja sama ini agar Polkam bisa terus eksis dan tetap efisien dalam menjalankan perannya,” tutur pria humanis yang pernah menjabat Gubernur AAU (2022 – 2023) itu.
Eko menambahkan bahwa AMKI akan diperlakukan layaknya tamu kehormatan dan diharapkan bisa menjadi mitra resmi dalam memperkuat komunikasi strategis pemerintah.
Ketua Umum AMKI, Tundra Meliala, memperkenalkan jajaran pengurus kepada Deputi dan berharap Kemenko Polkam dapat hadir dan memberikan dukungan dalam agenda pengukuhan AMKI secara resmi dalam waktu dekat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Deputi Kemenko Polhukam dan seluruh jajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu dan ruang dialog yang diberikan. Kami percaya, kemitraan ini bukan sekadar kerja teknis, melainkan wujud pengabdian bersama bagi bangsa dan negara, dengan menjadikan informasi sebagai pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang aman, cerdas, kritis, dan berkeadaban,” ungkap Tundra.
Ia menekankan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sistem komunikasi nasional yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Semoga sinergi antara AMKI dan Kemenko Polhukam menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem informasi yang akurat, inklusif, dan bertanggung jawab. Kita ingin memastikan bahwa setiap informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang mencerahkan, bukan memecah-belah,” kata Alumni Lemhannas PPRA 51 itu
Marsdya TNI (Purn.) Dede Rusamsi, sebagai Dewas AMKI, mengapresiasi pertemuan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi negara dengan rakyat melalui media nasionalis yang profesional.
“AMKI harus nasionalis. Media adalah garda ke-9 setelah delapan gatra kekuatan nasional yang selama ini dikenal. Ini kehormatan bagi kami, dan kami berharap bisa mendapatkan arahan dan bimbingan dari Kemenko Polkam,” tegas alumnus AAU 1981 itu.
Ia juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini, salah satunya maraknya praktik penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum yang melakukan pemerasan dan aksi premanisme. “Kami ingin membedakan media profesional dengan oknum-oknum yang hanya mencoreng nama wartawan. AMKI hadir untuk membenahi dan mengangkat derajat pers yang berintegritas,” jelas Dede, yang pernah menjabat Wagub Lemhannas RI (2013-2015) dan Kasum TNI (2015) itu.





