Tak hanya itu, Budi juga berjanji dalam waktu dekat akan mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti yang lebih besar.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu hanya bandar atau pengedar.
”Tunggulah, bandar akan terungkap juga. Butuh waktu. Kami tak main-main dengan narkoba,” janjinya.
Kepada wartawan, Rasuli mengaku bahwa sabu-sabu itu merupakan barang titipan temannya yang dikenal di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Dia mengambil barang tersebut di wilayah Pamekasan.
”Saya hanya dititipi, upah satu gramnya Rp 25 ribu,” akunya.
(mr/rus/onk/han/bas/JPR)





