Gubernur Sultan HB X Minta Antisipasi Kerumunan saat Nataru

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengko Buwono X. (Luqman Hakim/Antara)

JOGJAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepala daerah serta pengelola pariwisata di kabupaten dan kota mengantisipasi munculnya kerumunan saat libur akhir tahun.

”Kami mohon diingatkan dengan baik di lapangan seperti sektor pariwisata, hotel, pertokoan, bagaimana agar tetap menjalankan tugas dengan baik. Namun juga menghentikan aktivitas jika kerumunan terjadi,” kata Sultan seperti dilansir dari Antara di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah kerumunan, menurut Sultan, pengelola industri pariwisata dapat melakukan pengaturan dengan menghentikan sementara akses kunjungan saat sudah mencapai batas kuota. ”Saya mohon close, keluar dulu lalu diatur untuk masuk lagi. Pengaturan ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita jaga,” ujar Sultan.

Melalui Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru yang diikuti seluruh Forkopimda dan OPD Jogjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta seluruh jajarannya bekerja keras agar libur akhir tahun tidak memicu lonjakan kasus Covid-19.

”Jangan sampai terjadi yang dikhawatirkan Bapak Presiden, libur Natal dan tahun baru justru menaikkan kasus Covid-19,” ucap Sultan.

Kendati pemerintah pusat membatalkan pemberlakukan PPKM level 3, Raja Keraton Jogjakarta itu meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Penerapan PPKM di Jogjakarta akan menyesuaikan hasil asesmen dari pusat.

”Saya berharap agar masyarakat juga aktif untuk menjalankan protokol kesehatan,” ucap Sultan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jogyakarta memastikan tidak akan mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan perayaan malam pergantian tahun. Hal itu sebagai upaya mencegah kerumunan karena bisa meningkatkan potensi penularan Covid-19.

”Meskipun ada beberapa penyesuaian kebijakan PPKM saat perayaan Natal dan tahun baru, namun yang paling penting adalah kami tidak akan mengeluarkan izin untuk pesta akhir tahun. Tidak ada izin pesta kembang api,” kata Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.