Bey menyebutkan, pada kegiatan tersebut ada 105 balita yang diperiksa dengan tujuan untuk menekan stunting. Selain balita, calon pengantin dan ibu hamil juga turut diperiksa kesehatannya.
Dengan pengukuran ini, kata Bey, diharapkan angka prevalensi stunting bisa didapat dengan lebih akurat. Serta penanganan dan pencegahan stunting bisa dilakukan secara spesifik per anak.
“Kami berharap dengan langkah ini akan menurun angka stunting di Jawa Barat dari 21,7 persen. Bahkan di Kota Bogor angka prevalensi stunting lebih rendah yaitu 18,2 persen,” katanya. (*)






