NASIONAL

Drama Putri Mentaya, Nyaris Lahir di Kapal dan Hampir Dibawa berlayar saat Berumur Sehari,, Si Ibu Sakit Perut saat si Bapak Akan Beli Tiket

×

Drama Putri Mentaya, Nyaris Lahir di Kapal dan Hampir Dibawa berlayar saat Berumur Sehari,, Si Ibu Sakit Perut saat si Bapak Akan Beli Tiket

Sebarkan artikel ini

Di atas mobil sayur Susi Susilawati merasa kandungannya baik-baik saja sejak berangkat dari kebun sawit sampai ke pelabuhan. Nekat membawa si bayi naik kapal karena terbentur persoalan biaya rumah sakit.

BAHTIAR EDY FAISAL, Sampit

Bank bjb Tandamata

BAYI itu baru berusia 1 hari lebih beberapa jam. Baru kemarin paginya, pukul 08.00, lahir di RSUD dr Murjani Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng). Tapi, tak sampai 36 jam kemudian, kedua orang tuanya, Budiman dan Susi Susilawati, sudah membawanya ke Pelabuhan Sampit. Mencoba peruntungan mencari tiket KM Kelimutu dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah.

Namun, setiba di pelabuhan, niat mereka pulang ke kampung halaman kembali gagal. Pihak pelabuhan dan kepolisian mengkhawatirkan kondisi bayi yang baru berusia sehari itu. “Biar diobservasi dulu sampai bayi itu sehat. Kalau sudah (sehat, Red), baru kami berangkatkan,” tutur Kapolres Kotawaringin Timur AKBP M. Rommel kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Putri Mentaya, nama si bayi perempuan tersebut, pun jadi kisah tersendiri hiruk pikuk mudik Lebaran di Sampit yang masih ramai diperbincangkan hingga kini. Sebab, proses kelahirannya penuh drama dari awal sampai akhir. Mulai saat naik mobil sayur di kandungan tua sang ibu, nyaris lahir di kapal, hingga nyaris naik kapal lagi saat baru berumur sehari.

Semua bermula ketika pasangan asal Garut itu berencana mudik ke kampung halaman mereka di Garut, Jawa Barat. Kandungan Susi memang sudah tua. Tapi, bidan memperkirakan bayi baru akan lahir sekitar akhir Juni atau awal Juli. Karena itu, Budiman yang bekerja di perkebunan sawit berpikir, masih ada waktu membawa sang istri pulang. Agar bisa melahirkan di kampung halaman.