“Tidak bisa dielakan drama Sambo hari ini identik dengan citra Polri. Citra yang harus diperbaiki. Maka jangan terlalu baper kalau sudah begini, jangan jumawa jadi aparat,” timpalnya.
Dikatakan Syamsul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sosok yang selama ini memiliki dedikasi tinggi terhadap penuntasan kasus.
Sayang ia belum didukung dengan internal yang solid di dalamnya. Kapolri harus pandai-pandai memilih orang yang pas pada tempatnya. Bukan lantaran karena sesuatu.
“Penuntasan kasus Sambo yang melibatkan Pati, Pamen, Tamtama sampai tenaga ahli kapolri adalah fakta tak terbantahkan. Wajar penuntasan kasus KM50 sampai keinginan publik agar Polri kembali ke TNI menjadi momentum untuk disampaikan,” tandasnya.
Publik berharap, Polri berbenah dan berani dengan perubahan yang dilakukan. “Untung saja kasus ini dikawal oleh media yang konsisten. Jika tidak apa jadinya Polri. Ini kritik untuk Polri, sekali lagi harapannya jangan baper,” tandas Syamsul Arifin.(*)






