Berikut ini laporan fiktif yang dibangun Ferdy Sambo cs
1. Laporan dugaan pelecehan atau kekerasan seksual dilaporkan dengan Laporan Polisi Nomor 1630/B/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan pada tanggal 9 Juli 2022.
Laporan ini berisi tentang kejahatan kesopanan dan/atau perbuatan memaksa seseorang dengan kekerasan, ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP atau Pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
2. Waktu kejadian dilaporkan pada Jumat 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, bertempat di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga Nomor 46, Jakarta Selatan. Dalam laporan ini pihak terlapor dan korban adalah Putri Candrawathi, terlapornya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
3. Laporan kedua yakni tentang dugaan percobaan pembunuhan sebagaimana dalam Pasal 338 juncto Pasal 53 KUHP dengan pelapor Briptu Marten Gabe, korban Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan terlapor Brigadir J.
4. Tempat kejadian perkara dalam laporan itu disebutkan terjadi pada Jumat tanggal 8 Juli 2022 bertempat di Kompleks Duren Tiga Nomor 46, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Adanya pengungkapan kasus dugaan pembunuhan berencana tehadap Brigadir J secara otomatis menggugurkan kedua laporan tersebut. Saat ini penyidik fokus untuk menuntaskan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Kedua laporan tersebut masuk dalam kategori sebagai upaya untuk menghalang-halangi penyidik dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Dengan sendirinya kedua laporan tersebut dinyatakan gugur.
“Kami anggap dua laporan polisi ini menjadi satu bagian masuk dalam kategori obstraction of juctice, menjadi bagian dari upaya menghalangi-halangi pengungkapan dari pada kasus 340,” jelas Andi.
Terkait pernyataan Irjen Pol. Ferdy Sambo usai diperiksa sebagai tersangka, merencanakan pembunuhan Brigadir J karena adanya kejadian di Magelang yang melukai harkat martabat keluarganya. Hal ini kata Andi, sebagai motif yang terjadi di Magelang.
Namun penyidik sudah menjawab hal itu dengan pengungkapan laporan polisi Pasal 340 KUHP. “Ini sudah terjawab di laporan polisi 340, katanya ada motif kan kejadiannya di Magelang,” terang Andi.
Menanggapi apa yang telah dipaparkan, praktisi hukum Syamsul Arifin mengatakan drama Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi cermin wajah Polri hari ini. Cermin yang terlihat Presisi seperti tagline-nya tapi rapuh di dalamnya
Publik disuguhi kebohongan berulang dan terus diulang akibat kuatnya skenario berjamaah yang dibangun. Sebuah kejahatan yang melibatkan banyak orang di internal Polri sendiri.
Hingga akhirnya, drama Sambo menjadi ‘kado’ paling hot menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-77.
“Polri dengan wajah penegakan hukum hari ini adalah cermin besar yang dipertontonkan ke publik,” terang Disway.id, Sabtu 13 Agustus 2022.
Adanya kejahatan yang dibangun dan direkayasa oleh seseorang berpangkat Inspektur Jenderal yang memiliki pengaruh besar di korps Bhayangkara.
“Mental jumawa sebagai aparat yang semena-mena. Anak buahnya sendiri dibunuh, bagaimana dengan masyarakat, Anda bisa bayangkan,” tandasnya.






