Awalnya ST sepakat dalam sebuah mediasi bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Akan tetapi ayah ST kembali memergoki korban berada di dalam rumah ST.
Padahal seharusnya rumah itu kosong lantaran ST sudah berpamitan pergi menjenguk anaknya di pondok pesantren. Karena sempat dikira maling, ayah ST pun memukul korban. Tak terima, korban melaporkan ST atas dugaan pelecehan seksual.
Pihak ponpes baru mau mengungkapkan semuanya pasca HP-nya disita karena merasa tertekan sebelumnya.(*)





