Lokasi penemuan benda-benda purba itu terletak di kaki Gunung Gede Pangrango. Untuk mencapai puncak gunung memang agak sulit karena tidak ada jalan yang biasa dilewati manusia.
“Untuk penggalian lebih jauh diperlukan campur tangan pemerintah daerah setempat. Kami menduga tempat ini merupakan situs budaya di masa lampau,” tambahnya.
Museum Prabu Siliwangi kata Fajar, tugasnya hanya memfasilitasi untuk membuka dan melihat adanya dugaan situs baru cagar budaya. Dia mengharapkan Pemkab Cianjur bersama masyarakat setempat untuk memelihara dan melestarikan lokasi tersebut.
Sementara itu salah seorang pengurus Lembah Pasirsumbul, Sunarno mengatakan memberitahukan adanya bebatuan dari masa lalu di sekitar tempat tersebut kepada Museum Prabu Siliwangi beberapa bulan yang lalu.
Namun karena terhalang wabah, proses eksvakasi baru dilaksanakan sekarang.
“Saya sempat kaget dan merasa heran, di daerah saya ada benda-benda aneh seperti itu. Lalu batu-batu itu dikubur. Selanjutnya saya laporkan kepada Museum Prabu Siliwangi,” katanya.
Sebelumnya, dia menyampaikan temuannya itu kepada aparat desa setempat. Namun laporannya itu tidak ditanggapi. Dia tidak putus asa. Benda-benda itu dirawat dan dibersihakn dengan tekun dan cermat.
“Banyak warga yang menganggap saya orang gila karena melihat saya membersihkan batu-batu tersebut. Saya terus berpikir untuk mencari tempat yang tepat untuk melaporkan temuan ini. maka saya laporkan ke museum Siliwangi,”pungkasnya. (Bal)






