KOTA SUKABUMI

SMK Negeri Jadi ‘Pelarian’

×

SMK Negeri Jadi ‘Pelarian’

Sebarkan artikel ini
MENGANTRE: Ratusan orang tua murid saat menunggu antrean penyerahan berkas pendaftaran di SMKN I Kota Sukabumi, kemarin (20/6).

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Memasuki hari kedua setelah dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK, beberapa SMK Negeri di Kota Sukabumi langsung diserbu ratusan calon siswa dari berbagai wilayah.

Salah satunya, di SMKN 1 Kota Sukabumi. Siswa yang mendaftar sudah melebihi rombel yang tersedia.

Bank bjb Tandamata

Kepada Radar Sukabumi, Inan (52), orang tua siswa asal Kecamatan Baros mengaku, dirinya lebih memilih SMK Negeri ketimbang SMA. Karena memang, selain PPDB SMK tidak menggunakan sistem zonasi.

Selain itu, lulusan SMK pun dinilai lebih siap bekerja.

“Saya dari Baros, mau daftrain anak. Kalau SMK kan tidak menggunakan zonasi, sehingga lebih leluasa ketimbang SMA. Selain itu, lulusannya lebih siap bekerja dan langsung mempunyai kemampuan,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/6).

Ditanyai soal alasan apa Inan tidak menyekolahkan ke SMA Negeri yang berada di Kecamatan Baros, bapak setengah baya ini kurang begitu optimis bisa diterima karena nilai anaknya tidak begitu bagus sehingga lebih memilih SMK.

“Nilainya kurang bagus. Jadi lebih baik ke SMK aja lah. Tidak percaya diri walaupun memang sih kalau dilihat dari zonasi masih kawasan,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia PPDB SMKN I Kota Sukabumi, Andi Farfi menyebut, hingga hari ini siswa yang mendaftar sudah mencapai 775 orang.

Sedangkan, sekolahnya hanya menyediakan 20 rombel dengan 10 jurusan.

“Kalau dilihat dari rombel yang ada, pendaftar sudah lebih dari batas kuota 640 orang. Sedangkan ukuran yang paling diminati adalah otomotif,” sebutnya.

Untuk menghindari antrean panjang, lanjut Andi, pihaknya telah membuat jadwal dengan maksimal perhari 250 antrean sehingga tidak berdesak-desakan.

“Belajar dari pengalaman sebelumnya, untuk tahun ini kami atur jadwal saat orang tua murid atau calon murid menyerahkan berkas pendaftaran,” pungkasnya.

(upi)