KOTA SUKABUMI

Sembilan Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

60 UMKM Kota Sukabumi Ikut Seleksi UMKM Juara

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Sukabumi tumbuh sangat pesat. Meskipun krisis ekonomi pernah menghadang, namun pelaku UMKM mampu bertahan. Bahkan, saat ini telah ada sembilan produk UMKM Kota Sukabumi yang mampu menembus pasar ekspor.

“Untuk Kota Sukabumi ternyata memang sudah ada sembilan produk yang sudah ekspor. Hanya saja mereka mengirim barang secara curah,” kata salah satu mentor UMKM Juara untuk Kota Sukabumi, Puji kepada Radar Sukabumi, kemarin (11/7).
Hanya saja Puji tidak menyebutkan jenis produk UMKM yang tembus ke pasar ekspor tersebut.

Jumlah itu diketahuinya setelah melakukan pendampingan. Meski begitu, dirinya menyayangkan barang atau produk yang dikirim tersebut secara curah. Artinya, banyak dari produk yang sudah ekspor ternyata memiliki kekurangan seperti PIRT, brand dan kemasan. “Nah tentunya ini menjadi tugas ABCGM untuk membuat produk UMKM Kota Sukabumi layak untuk ekspor ke luar negeri, dengan brand sendiri,” imbuhnya.

Baru-baru ini, pihaknya bersama 60 UMKM hasil seleksi program UMKM Juara 2019 bersilaturahmi sambil audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi di Balai Kota Sukabumi. Saat itu mereka disambut Wakil Walikota Sukabumi Andri Hamami.

Sekadar diketahui, program UMKM Juara 2019 merupakan program yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, sebagai salah satu program unggulan untuk mencapai Jabar Juara Lahir Batin melalui inovasi dan kolaborasi.

“Program ini mendorong UMKM untuk bisa tumbuh dan berkembang dalam skala kelas usaha,” ulas Puji.
Manfaatnya, penguatan diri dan manajemen usaha, untuk dapat naik kelas dengan memanfaatkan teknologi dalam berbisnis, khususnya teknologi informasi.

“60 UMKM yang sudah lolos seleksi UMKM Juara ini selama enam bulan ke depan akan mendapatkan pendampingan dari provinsi, dalam hal ini oleh tim Sinergritas ABCGM untuk memajukan UMKM dari masing-masing wilayah kota dan kabupaten di Provinsi Jabar,” katanya.

Di Kota Sukabumi, peminat program tersebut sangat banyak. “Dari 125 UMKM yang mendaftar kita identifikasi lagi dan seleksi kembali, sehingga yang lolos seleksi itu ada 60 UMKM, nantinya dibagi lagi masing-masing menjadi 12 orang yang masing masing kelompok mendapatkan satu orang pendamping,” terangnya.

Pendampingan tersebut akan terus dilakukan selama enam bulan ke depan sampai nanti ke Jabar, tentunya dari 60 UMKM itu akan kembali diseleksi untuk lolos ke UMKM Juara.”Intinya selain ingin membantu agar UMKM mandiri, kita ingin yang nantinya lolos UMKM Juara bisa menjadi ikon Kota Sukabumi, sehingga kota ini memiliki ciri khas selain mochi,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Walikota Sukabumi Andri Hamami optimistis UMKM Kota Sukabumi terus berkembang dan naik kelas.
“Kota Sukabumi memiliki potensi pengembangan UMKM yang besar,” ujar Andri.

Pihaknya mengaku mensupport gerakan ABCGM dalam membangkitkan UMKM naik kelas. Jika UMKM naik kelas maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan, dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Saat ini di Sukabumi tumbuh pelaku usaha baru. Mereka rata-rata melakukan pemasaran digital, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,”ulasnya.

(wdy)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button