CITAMIANG— Pada umumnya masyarakat penyuka fotografi akan merelakan sebagian uang sakunya untuk menabung demi membeli sebuah kamera DSLR.Hal itu dilakukan agar hasil jepretan fotonya sangat bagus dan lebih memiliki kepuasan tersendiri.
Namun tidak demikian dengan komunitas Fotografi Ponsel Sukabumi atau disebut Kofiponsmi.Ya, komunitas yang sudah menginjak usia ke enam tahun dengan ribuan anggota di grup facebook ini, masih eksis dengan kamera ponselnya. Memotret dengan ponsel memang tak secanggih hasil jepretan foto DSLR.
Kendati demikian, berkat kecanggihan teknologi ponsel pun kini sudah banyak menawarkan fasilitas kamera yang beragam, sehingga hasil fotonya pun tidak jauh beda dengan hasil foto yang dijepret oleh kamera DSLR. Tidak hanya itu, dari segi biaya kamera ponsel lebih terjangkau, terlebih bisa digunakan pula untuk keperluan lainnya sesuai fitur di ponsel tersebut.
Ketua dari Kofiponsmi, Mochammad Ferdiansyah mengatakan keberadaan Kofiponsmi ini bisa menjadi wadah untuk para fotografer pemula dan tidak memiliki biaya dalam berkarya. “Simple ya mudah di bawa kemana dan cepat pula dalam menangkap momen,”ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin, (25/11).
Dengan begitu, jika ada momen dadakan yang mau diabadikan, jelas dengan menggunakan ponsel lebih gampang. “Hasilnya jepretan ponsel tak kalah dengan hasil kamera DSLR,”tuturnya.
Ia mengaku, menggunakan kamera untuk memotret, tidak hanya sekadar hobi saja. Tapi, dirinya kerap mengikuti lomba fotografi selama menjabat di komunitas. “Kita juga bisa memperkenalkan tempat pariwisata di Kota Sukabumi ke dunia luar melalui foto ponsel ini,” akunya.
Menurut dia, sama dengan kamera DSLR, kamera ponsel pun bisa di beri tambahan, lensa macro dapat melengkapi kamera agar hasil yang diberikan lebih sempurna. “Lensa macro bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau, cukup dengan kisaran Rp150 ribuan sampai Rp450 ribuan,” terangnya.
Sementara itu, disinggung soal tekhnik fotografi pada kamera ponsel, Ferdiansyah mengungkapkan, ada beberap tekhnik pengambilan foto, seperti landscape yang dikhususkan pengambilan gambar pemandangan, lalu ada tekhnik pengambilan foto model yang difokuskan untuk memperhatikan angle dibanding dengan objek model itu sendiri, karena dari angle itulah yang menentukan hasil.
“Ada pula tekhnik pengambilan foto street yaitu pengambilan gambar yang lebih luas, seperti bisa mengambil foto orang orang yang berada di jalan, kendaraan, aktifitas, bahkan bisa mendapatkan cerita dari foto-foto tersebut,” pungkasnya.
(cr5/d)



