Perkuat Penanganan HIV Aids di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Walikota Sukabumi sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Achmad Fahmi menghadiri Rapat Koordinasi penguatan warga peduli AIDS (WPA) se-Kota Sukabumi tahun 2020 di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Selasa (27/10).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian memperkuat program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dengan melibatkan WPA di tengah masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Selain walikota, hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi sekaligus penggiat keluarga sejahtera Indonesia Fitri Hayati Fahmi, Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih, dan Ketua Pelaksana KPA Cecep Mansyur, serta Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya.

“Fokus pemerintah sangat tersedot kondisi pandemi, namun tetap memprioritaskan pada penanganan HIV-AIDS,” kata Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Hal ini ditunjukkan dengan penguatan WPA, bagaimana mengendalikan penyebaran dan menurunkan kasus baru HIV-AIDS. Caranya pertama menjaga angka prevelensi HIV-AIDS untuk warga usia 15-49 tahun sangat penting.

Kedua edukasi penggunaan alat kontrasepsi dalam hubungan seks salah satu cara memutus mata rantai. Ketiga meningkatkan wawasan remaja terkait pengetahuan komprehensif khususnya pemuda 19-24 tahun dan disini akan melihat peran WPA.

Ke empat bagaimana mempermudah akses penderita mendapatkan layanan dalam hal pengobatan HIV-AIDS. Empat kata kunci ini ungkap Fahmi, bukan hal mudah bisa dilakukan pemda dan KPA, sehingga WPA dibentuk untuk mempermudah penjangkauan.

Di mana peran WPA penting karena berhadapan dengan warga dan jadi bagian tidak terpisahkan memutus mata rantai penyebaran. Khususnya menelusuri wilayah yang dianggap proses tumbuh dan berkembangnya HIV-AIDS dan butuh kerja lapangan. Hal ini karena kasus HIV-AIDS mengalami kenaikan.

Fahmi merinci, pada 2018 kasus baru HIV-AIDS mencapai sebanyak 144, 2019 sebanyak 169, dan 2020 sampai Agustus mencapai 101 kasus baru. Sementara secara akumulatif kasus HIV-AIDS sejak 2000 hingga 2020 sebanyak 1.667.

Terjadi kenaikan kasus bisa jadi karena perilaku manusia dan faktor lainnya. ” Penanganan HIV jangan dilupakan di tengah pandemi, mari sama-sama berkolaborasi meningkatkan kinerja dalam rangka edukasi dan informasi,” pungkasnya. (bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *