SUKABUMI – Pergerakan perekonomian di pusat Kota Sukabumi kini mulai berangsur normal. Setelah pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuk masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Seperti halnya dirasakan oleh toko percetakan Visicomp yang berada di kawasan Shopping jalan Ahmad Yani, kini sudah mulai kembali berdatangan para pelanggan dan pengunjung.
” Alhamdulillah secara berangsur mulai normal penghasilan. Semoga bisa terus bangkit perekonomian bukan hanya saya tapi para pedagang lainnya,” ujar pemilik toko percetakan, Dase, Selasa (2/6).
Dase mengaku, kondisi saat ini dinilai sudah mulai membaik dibanding saat adanya aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang mengeluarkan kebijakan penutupan akses kendaraan tutup di Jalan A. Yani dan beberapa ruas jalan lainya.
“Drastis turun penghasilan kami kemarin hingga 70 persen, nyaris sepi pengunjung, ketika ada pembatasan operasional juga bagi toko diluar bahan pokok penting,”akunya.
Bahkan kata Dase, beberapa toko-toko lainnya di kawasan Shoping harus tutup selama masa PSBB tersebut yang berlangsung selama dua minggu, karena sepi pembeli dan kebanyakan para pengunjung malas berjalan saat bulan Ramadan.
“Banyak yang menelpon buka tidak toko, tapi mereka tidak datang mungkin karena susah parkir kendaraan dan malas berjalan ke tempat kami,”ujarnya.
Disisi lain, Dase sendiri sangat menyesalkan pihak Pemerintah daerah yang tidak memperhatikan nasib para pedagang saat toko mereka tutup, karena ada pembatasan jam operasional.
” Seharusnya ada sedikit perhatian dari Pemda melalui Dinas terkait terhadap para pedagang yang memang tetap harus mencari nafkah,” ungkapnya.
Seperti halnya pedagang ikat pinggang yang berada di Jalan Ahmad Yani, Ece mengaku penjualannya sudah mulai kembali normal.
Dulu ketika PSBB itu sangat sepi pengunjung, kini pelanggan sudah kembali lagi. ” Alhamdulillah pelanggan sudah kembali dan kita bisa menikmati hasil dari jualan,” pungkasnya. (bal)






