SUKABUMI – Hari Nasional UMKM yang digelar di Kota Sukabumi, sukses. Acara yang di selenggarakan selama empat hari di gedung juang 45 Kota Sukabumi ini selain diikuti UMKM juga di ikuti pelajar dan masyarakat. Minggu (21/8).
Kasi Pembinaan dan Pemberdayaan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Martin Wahyudi mengatakan, pihaknya akan terus mendorong para pelaku usaha di Kota Sukabumi agar terus berkembang dan sukses.
“Terima kasih kepada seluruh peserta UMKM yang sudah mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Kami titip pada seluruh pelaku UMKM dalam menjalankan usaha itu memerlukan legalitas. Selain SKU, atau saat ini disebut NIB, pelaku usaha juga harus membuat sertifikat halal. Dan di 2024 itu seluruh pelaku UMKM di kota Sukabumi harus mempunyai sertifikat halal, ” ujar Martin kepada Radar Sukabumi. Minggu ( 21/8).
Di singgung tentang isu anggaran dalam kegiatan Harnas UMKM Kota Sukabumi yang mencapai ratusan juta ini, Martin mengaku tidak memakai anggaran daerah dan Ia memastikan bahwa kegiatan tersebut murni berasal dari sponsorship.
“Kegiatan ini murni hasil kerjasama panitia yang terdiri dari pelaku UMKM dengan para sponsor, karena sejak awal saya tegaskan pemda saat ini tidak memiliki anggaran untuk kegiatan seperti ini. Namun saya kira kegiatan ini cukup berhasil meski tanpa bantuan anggaran pemerintah,” akunya.
Kegiatan pameran dan workshop UMKM ini digadang- gadang akan membawa 25 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Sukabumi untuk dipasarkan ke Singapura. Tentunya sambung Mertin, hal tersebut merupakan salah satu bentuk untuk mengembangkan kemajuan UMKM yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi.
Sementara itu Korda UMKM Jawa Barat Juara, Puji Rahayu, sekaligus Ketua Pelaksana dalam peringatan Hari Nasional (Harnas) UMKM, di Gedung Juang 45 mengatakan pada Radar Sukabumi, bahwa kegiatan ini mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat dan peserta.
“Ada beberapa bagian kegiatan yang mendapat respon sangat baik dari pengunjung dan peserta, salah satunya workshop foto produk menggunakan handphond, dan pashion week produk UMKM, selain ada nilai edukasi para peserta juga terhibur,” ungkapnya.
Beberapa kegiatan perlombaan juga digelar dalam kegiatan Harnas UMKM Kota Sukabumi 2022 ini, diantaranya lomba jaipong, lomba mewarnai, dan lomba pashion show yang di ikuti anak-anak sekolah.
“Kami juga membuat talkshow dengan tema Bubur sukabumi, dan pameran 30 foto dengan tema yang sama. Karena Sukabumi ini juga terkenal dengan buburnya,” papar Puji.
Puji juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah hasil kerjasama dari beberapa Komunitas dan para pelaku UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Ia pun berterimakasih pada jajaran Pemerintah Kota Sukabumi yang mendukung dan memberi arahan untuk kegiatan ini.
“Pasca pandemi kegiatan ini harus menjadi titik tolak untuk para UMKM agar dapat bergerak kembali. Saling bertemu dan mencari solusi agar produk nya ini scale up,”pungkasnya. (cr3/t)






