SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), terus berupaya melakukan pencegahan masuknya penyakit antraks.
Langkah tersebut menyusul ditemukannya kasus antraks di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama ke para peternak untuk tidak memasukkan hewan ruminansia baik sapi, kerbau, domba dan kambing dari wilayah tertular,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan pada DKP3 Kota Sukabumi, Riki Barata, Senin (10/7).
Diterangkan dia, semua hewan ternak dari luar daerah yang masuk ke Sukabumi, wajib menyertakan beberapa persyaratan, seperti disertai surat kesehatan hewan dari dinas daerah bersangkutan, yang menyatakan ternak tersebut bebas dari segala penyakit, termasuk penyakit antraks.
Riki mengaku, hingga kini penyakit antraks belum ada laporan dari peternak ataupun dari otoritas kesehatan. Ia mengimbau kepada pemilik hewan ternak untuk selalu menjaga kesehatan sapi, kambing dan hewan ternak lainnya serta selalu membersihkan kandang dan lingkungan.
Tidak hanya himbauan sambung dia, pihaknya mengerahkan sejumlah petugas untuk melakukan pemantauan, terutama kesehatan hewan ternak. Bahkan dirinya mengklaim, hasil pemantauan tim pada saat pemotongan hewan kurban dan pada pemotongan daging kurban aman terkendali, artinya tidak ditemukan penyakit apapun.
“Alhamdulillah, berdasarkan pantauan tim di sekitar 350 titik pemotongan hewan kurban, dan sekitar 130 lapak penjualan hewan kurban aman terkendali,” aku dia.
Menurut Riki, ada sebanyak 66 orang petugas yang dikerahkan. Rinciannya untuk petugas dinas sebanyak 33 orang dan untuk kader kelurahan 33 orang.
Selain mengerahkan petugas dinas lanjut Riki, pihaknya juga berkolaburasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jabar 6. Khususnya dalam hal pemeriksaan Ante mortum dan Postmortum hewan kurban.
Di samping itu kata Riki, ada tambahan personel dokter hewan non ASN yang bisa diperbantukan untuk pemeriksaan hewan kurban. Targetnya daging hewan kurban di Kota Sukabumi layak dan sehat serta terjamin keamanannya. (Iki/t)






