SUKABUMI – Perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga minimnya regenerasi petani menjadi tiga isu strategis yang membayangi sektor pangan di Kota Sukabumi. Kondisi ini mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi menyusun langkah taktis dalam Rencana Kerja (Renja) tahun 2027.
Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, menegaskan tantangan tersebut tidak bisa dipandang ringan. Dalam Forum Perangkat Daerah, DKP3 menetapkan target strategis berupa peningkatan indeks ketahanan pangan, perbaikan angka kecukupan gizi, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. “Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas dan akses masyarakat terhadap pangan bergizi,” ujarnya.
Meski keterbatasan lahan hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan pangan, Kota Sukabumi tetap diminta berkontribusi melalui optimalisasi potensi yang ada. Strategi peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci agar lahan sempit mampu menghasilkan produksi lebih tinggi tanpa perlu ekspansi lahan baru.
Selain itu, DKP3 juga mengakomodir 35 usulan masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). “Usulan tersebut menjadi bagian dari pendekatan partisipatif agar program benar-benar menjawab kebutuhan riil petani dan pelaku usaha pangan,” bebernya.






