Pemerintah Kota Sukabumi

Deteksi Dini, Bappeda Kota Sukabumi Gencarkan Screning Stunting

×

Deteksi Dini, Bappeda Kota Sukabumi Gencarkan Screning Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyda Mutmainah
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyda Mutmainah

SUKABUMI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, terus berupaya menekan angka stunting. Pasalnya, pada 2022 lalu jumlah kasus ini masih tinggi yakni mencapai 1.235 kasus.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyda Mutmainah mengatakan, Bappeda menargetkan Kota Sukabumi harus zero new stunting.

Bank bjb Tandamata

“Hal ini, merupakan tantangan bagi kami, karena mereka yang terdeteksi stunting baru kita temukan. Artinya screning harus dilakukan secara dini sehingga interpensi bisa dengan cepat dilakukan,” kata Reni kepada wartawan, Kamis (3/8).

Reni kembali menjelaskan, pada tahun 2022 terjadi ada penambahann kasus stunting diangka 1.235. Tetapi, hal itu menjadi salah satu bukti semakin banyak warga dan ballita yang telah dikakukan secrining.

“Kamudian, kalau dulu sekitar 70 persen yang datang ke posyandu, hingga teredeteksi saat ini sampai 90 persen, keluarga dan balita datang ke posyandu sehingga terdeteksi adanya kasus dapat dilakukan secara optimal,” jelasnya.

Guna mengintervensi stunting, smabung Reni, ada empat inovasi diantaranya, sistem informasi, pemanfaatan pangan lokal, posyandu remaja dan kegiatan pemberdayaan remaja. “Upaya ini dilakukan untuk menyelesaikan keluarga berisiko stunting,” cetusnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, pada tahun 2021 hingga 2022 Kota Sukabumi sempat mengalami kenaikan angka sebesar 0,1 persen.

“Maka kita berharap di tahun ini angkanya harus menurun. Mudah-mudahan melalui berbagai upaya yang dilakukan, bisa menekan zero new stunting,” tambahnya.

Menurutnya, dalam upaya menekan stunting tentunya harus melibatkan semua stake holder atau pemangku kepantingan. Seperti hadirnya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi propesi dan lembaga lainnya.

“Jadi sekali lagi ini bukan hanya menjadi tugas Pemda saja, melainkan semua harus terlubat supaya memepercepa penurunan angka stunting,” pungkasnya. (bam)