Ngeri!!! Penyakit HIV Didominasi Usia Produktif

  • Whatsapp
KPA Kota Sukabumi

SUKABUMI — Pengidap penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Sukabumi, didominasi usia produktif yakni mulai 25 sampai 49 tahun. Hal itu berdasrkan data yang tercatat di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Di mana, dari sebanyak 89 kasus, 68 diantaranya merupakan usia produktif.

Sekertaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya menjelaskan, kebanyakan pengidap HIV ini merupakan warga yang berasal dari luar daerah. “Sebanyak 70 persen warga luar daerah dan sisanya warga Kota Sukabumi. Selain itu, pengidak HIV juga kebanyakan kalangan Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) dan pasangan Risti (Resiko Tinggi),” jelas Fifi kepada Radar Sukabumi, Selasa (24/11).

Bacaan Lainnya

Lanjut Fifi, sejauh ini penderita HIV dan AIDS sudah ditangani dengan melakukan terapi menggunakan obat Antiretroviral (ARV) yang dalam terapinya didampingi langsung Lembaga Swadaya Masyarakat Lensa Sukabumi sebagai mitra KPA. “Pendampingan kepada ODHA ini perlu agar mereka tetap semangat dan yang terpenting tidak ada niatan untuk menyebarkan virus mematikan tersebut,” ujarnya.

Bukan hanya itu, KPA juga memberikan bantuan terapi serta untuk menekan angka kasus penyebaran penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan menggerogoti sistem imun tubuh manusia ini juga secara rutin melakukan sosialisasi atau penyuluhan pencegahan HIV dan AIDS. “Kami melibatkan komunitas peduli HIV AIDS untuk melakukan penjangkauan terhadap ODHA yang belum terdata dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap komunitas kunci seperti LSL, wanita pekerja seks (WPS) pengguna narkoba suntik dan lain-lain,” imbuhnya.

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, KPA Kota Sukabumi tidak kehabisan akal untuk tetap menyampaikan sosialisi bagi para pelajar tentang HIV/aids. Misalnya saja, dengan cara menyebarkan video pencegahan penyebaran HIV/Aids untuk pelajar dan mahasiswa. “Awalnya kami akan mensosialisasikannya melalui program KPA go to School dan KPA go to campus. Tapi karena situasinya berbeda kita mengalihkannya melalui penyebaran video edukasi tentang bahaya HIV,” paparnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *