SUKABUMI — Arah kiblat di sejumlah masjid di Kota Sukabumi mengalami defisiasi atau tidak akurat dengan posisi ka’bah sebagai patokan kiblat. Bahkan hampir 50 persen masjid disetiap kecamatan mengalami defisiasi yang berbeda antara 1 derat sampai 25 derajat.
Tentunya permasalahan ini harus segera diatasi mengingat, ketepatan arah kiblat menjadi syarat utama untuk melaksanakan salat sebagai ritual wajib umat Islam. “Defiasi bukan karena gerakan tanah, walaupun ada pergeseran satu tahun hanya satu mili meter,” ujar Sekretaris Komunitas Falakiyah Sukabumi (Komfas) Asep Deni Muttaqien kepada Radar Sukabumi, Rabu (11/12).
Ia menambahkan, penghitungan ketepatan arah kiblat ini dilakukan secara sukarelawan bersama tim lainnya. Meski dengan alat seadanya, kalibrasi yang dilakukan memiliki data yang bisa dipertanggun jawabkan.
“Kita hanya gunakan alat sederhana, karena keterbatasan untuk pembelian alat. Tapi data yang kita lakukan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas dia.
Dijelaskan Deni, selama ini masjid yang sudah dikalibrasi sudah 167 mesjid. Dari jumlah tersebut atau 126 mesjid mengalami defisiasi sebanyak 75 persen.
Selain dilakukan pengukuran juga dilakukan konsep perhitungan menggunakan metode bayangan matahari. Namun demikian, konsep ini tidak bisa dilakukan setiap saat dan mengalami banyak kesulitan jika cuaca tidak mendukung.
“Bayangan matahari untuk menentukan arah utara sejati tidak terlihat jika cuaca tidak mendukung. Dan itu pun bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu,” pungkasnya. (cr1)






