GUNUNGPUYUH – Di era tahun 60 an, nama Hendra Gunawan sempat popular di dunia olah raga balap sepeda. Kehebatannya dalam mengayuh pedal, membuat pria asal Gang Rawa Salak, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi ini dijuluki Macan Asia.
Tahun 1959 hingga 1964 merupakan masa keemasan bagi Hendra. Sepanjang perjalanan karirinya sebagai atlit nasional balap sepeda, dia telah menorehkan segudang prestasi hingga tingkat Asia.
Hendra Gunawan atau akrab disapa Hendrick Brocks ini tampil gemilang bersama dengan dua orang pembalap sepeda lainnya yang juga berasal dari Jawa barat, yakni Wahyu Wahdini dan Aming Priatna.
Di ajang Asian Games ke IV tahun 1962 yang diselenggarakan di Jakarta, trio ini mampu menyumbangkan tiga medali emas dan satu perunggu bagi Indonesia. Dari ketiga medali emas itu, satu medali diraih Hendra di nomor Open Road Race.
Kini kebesaran namanya sudah tidak lagi di eluk-elukan. Seiring usianya yang menginjak 80 tahun, tubuhnya tampak lunglay.
Kesehatan Hendra mulai menurun sejak kedua matanya mengalami gangguan penglihatan. “Sudah dua tahun terakhir ini, penglihatan saya menjadi terganggu,” ungkap Hendra kepada Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat menjengkuk di tempat kediamannya.
Kepada orang nomor dua di Kota Sukabumi tersebut, Hendra sempat menyampaikan keinginannya untuk menggagas pembentukan organisasi serta kepengurusan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) untuk wilayah Kota Sukabumi.
Menurutnya wadah tersebut sangat penting agar bias melahirkan para atlet balap sepeda yang handal. Hendra meyakini dengan adanya wadah tersebut, olahraga balap sepeda akan kembali bangkit dan Berjaya sehingga bisa mengharumkan kembali nama daerah,maupun bangsa Indonesia.
Mendengar keinginan sang legenda atlet balap sepeda itu, Fahmi sepontan langsung meresponnya.“Ini adalah keinginan yang harus didukung penuh.
sebab dengan adanya organsasi para atlet ini akan mudah dalam melakukan pembinaan serta pelatihan. Suatu hari nanti nama Kota Sukabumi akan kembali harum di mata internasional dalam olahraga balap sepeda,” ujar Fahmi kepada Radar Sukabumi. (ton)



